Tuding MUI Berpolitik, Bonar Tigor Naipospos Terlalu Ikut Campur Urusan Umat Islam


Islamedia - Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait keluarnya Fatwa Penistaan Al-Qur'an yang dilakukan oleh Ahok.

Bonar menuding bahwa MUI dipandang telah ikut terjebak dalam politik kekuasaan dan cenderung memperkeruh suasana.

Menurut Bonar, MUI seharusnya tidak berpolitik dan hanya memberikan panduan kepada umat muslim terkait tafsir surat Al Maidah ayat 51 dan lembaga agama hanya berhak memberikan panduan terhadap nilai-nilai yang bersifat universal.

"Misalnya, pilih lah pemimpin yang amanah, tidak korupsi, dan punya integritas. Nilai-nilai yang bermanfaat bagi semua. Nilai-nilai agama yang sifatnya privat, cukup disimpan di ruang privat saja. Jangan sampai nilai-nilai agama malah jadi terkesan dipolitisasi," ujar Bonar dalam diskusi bertajuk 'Posisi MUI dalam Hukum Islam dan Hukum Indonesia' di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, seperti dilansir mediaindonesia.com, ahad (16/10/2016).

Sementara pengamat sosial Eko Setiawan menganggap bahwa opini yang dilakukan Bonar terhadap MUI sudah terlalu berlebihan, mengingat bahasan tentang Al Maidah 51 merupakan Firman Allah yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim, terlebih berkaitan dengan kepemimpinan publik, bukan bahasan privat.

"Bonar terlalu jauh ikut campur urusan umat Islam, seharusnya yang dikritisi itu Ahok yang telah melontarkan pernyataan yang tidak pantas sebagai pejabat publik. Jangan memutar balikan fakta, seakan-akan sebab keributan disebabkan oleh Fatwa MUI" ujar Eko kepada Islamedia, senin (16/10/2016).[islamedia.id]