Tak Merasa Bersalah, Ahok Tegaskan Tidak Hina Al-Qur'an


Islamedia - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan bahwa dirinya tidak salah dan tidak menghina Al-Qur'an saat pidato di hadapan warga Kepulauan Seribu.  Ahok hanya mengaku bahwa apa yang disampaikan tersebut adalah ditujukan kepada yang menggunakan Alquran untuk membodohi orang lain.

Ahok menganggap bahwa pihak yang menyerang dirinya dengan dasar Al-Qur'an Al Maidah ayat 51 masuk dalam kategori orang rasis dan pengecut.

"Terus kalau kalian dibodohi si rasis, si pengecut, saya gak bilang rasis pengecut di situ ya, untuk tidak memilih saya menggunakan surat ini, ya jangan pilih saya," ujar Ahok seperti dilansir antaranews, jum'at (7/10/2016).

Untuk menguatkan argumentasinya, Ahok kemudian memberikan contoh kasus ISIS. Ahok mengungkapkan jika seseorang menyebut ISIS sesat dan membodohi orang dengan ayat-ayat Alquran apa itu berarti orang tersebut bisa dianggap menghina Alquran.

"Saya mau tanya gitu loh, ISIS membodohi kita enggak dengan ayat-ayat yang berbeda? Itu jelas. Jadi kalau kita mengatakan ISIS itu sesat, membodohi orang dengan ayat-ayat Alquran, apa kita menghina Alquran? Yang menghina Alquran (dan) yang mempelesetkan, ISIS  dong," katanya saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta.

Ahok juga mengaku bahwa sejak terjun ke dunia politik pada 2003 silam, ia kerap menemui lawan-lawan politik yang disebutnya rasis dan pengecut yang selalu menggunakan ayat-ayat Alquran untuk membodohi warga agar tidak memilih dirinya.

Seperti diketahui saat Ahok berbicara di hadapan warga Kepulauan Seribu, Ahok menyelipkan pesan dengan menyebutkan surat Al Maidah ayat 51 tersebut dan memancing berbagai reaksi dari publik muslim.

Ahok kemudian menganjurkan masyarakat melihat langsung video versi utuh agar dapat menerima pernyataannya secara lengkap tanpa dipotong. [islamedia.id]