MUI Layangkan Surat Teguran Keras Untuk Ahok dan Himbau Ahok Agar Jangan Meremehkan Umat Islam dan Ulama


Islamedia - Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta mengecam aksi penistaan Al-Qur'an yang dilakukan oleh Basuki Thajaja Purnama (Ahok) dan melayangkan Surat Teguran Keras atas pernyataan Ahok. Surat Teguran Keras kepada Ahok tertanggal 9 Oktober 2016 M / 8 Muharram 1438 H.

MUI secara tegas menghimbau agar Ahok tidak lagi melakukan tindakan atau menyampaikan perkataan yang meremehkan umat Islam dan para ulamanya, khususnya terkait dengan pernyataan Ahok bahwa umat Islam dibohongi dengan Al Quran surat Al Maidah ayat 51.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum KH Syarifuddin Abdul Gani dan KH Zulfa Mustofa di Jakarta, Ahad (9/10/2016) itu, MUI DKI Jakarta menilai pernyataan Ahok telah menimbulkan keresahan dan suasana kerukunan umat bergama yang tidak kondusif.

Tak hanya itu, ungkap dia, peristiwa tersebut serta mengancam kehidupan berbangsa di DKI Jakarta khususnya, dan di Indonesia umumnya.

Sementara Ketua MUI pusat, KH Maruf Amin meminta warga DKI Jakarta tidak terprovokasi dengam isu-isu negatif menjelang pelaksanaan Pilkada DKI 2017.

Kita sepakat kondisi Jakarta harus dijaga supaya tetap kondusif, artinya tidak ada konflik-konflik di lapangan,” ujar Kiyai Maruf Amin seperti dilansir tribunnews. ahad (9/10/2016).

Seperti diberitakan sebelumnya Ahok mengeluarkan pernyataan yang menyinggung dan menghina Umat Islam dengan mengatakan bahwa Alquran Surat Al Maidah 51 telah membohongi umat Islam (baca: Dihadapan Warga Kepulauan Seribu, Ahok Sebut Al-Qur'an Sebagai Kitab yang Membodohi Umat Islam ).
[islamedia.id]