Keliru Menafsirkan Soal Pancasila, Pernyataan Ahok Ini Membahayakan NKRI


Islamedia - Ahok kembali berulah, kali ini melontarkan pernyataan yang berpotensi membahayakan pesatuan yang sudah terbangun selama ini dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pernyataan Ahok ini disampaikan saat menghadiri ulang tahun politisi senior PDIP, Sabam Sirait. Ahok masih menyinggung soal dinamika kaum minoritas dan mayoritas.

Menurut Ketua Umum Aliansi Nasionalis Indonesia (Anindo) Edwin Henawan Soekowati  pernyataan itu dinilainya sebagai kekeliruan dalam menafsirkan Pancasila.  

Ahok mengatakan, bahwa Indonesia utuh apabila minoritas sudah menjadi presiden. Ini adalah penafsiran yang keliru dan sangat berbahaya." ujar Edwin dalam siaran persnya di Jakarta, seperti dilansir jpnn, Rabu (19/10/2016).

Statemen Ahok ini menurut Edwin sama saja menilai bahwa Pancasila, walau dipimpin oleh mayoritas dan berhasil, tapi minoritas belum jadi presiden, maka Pancasila belum sempurna.

Edwin yang juga merupakan mantan anggota MPR/DPR Fraksi PDI periode 1987-1992 meminta partai politik pengusung menertibkan bicara Ahok.

"Jangan lagi berbicara yang menyinggung masalah suku, agama, ras dan antar golongan atau (SARA), yang berpotensi memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Edwin

Lebih lanjut Edwin menjelaskan bahwa saat ini sangat tidak relevan mempertentangkan soal SARA di Indonesia. Sebab, dalam pemilihan kepala daerah di tanah air sudah tidak ada lagi dikotomi yang berbau SARA.[islamedia.id].