Inilah Pengakuan Dokter Reza Saat Mendampingi Detik-Detik Aa Gym di Saat Kritis


Islamedia - Dokter Ahli Jantung dari Rumah Sakit Hasan Sadikin bernama Dokter Reza Widianto Sujud menceritakan pengalamanya mendampingi Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dalam kondisi kritis beberapa waktu yang lalu.


Kondisi kritis yang dialami Aa Gym bahkan bisa disebut sebagai "Di Ambang Kematian". Saat itu suhu tubuh Aa Gym sudah mencapai angka 32,7 derajat celcius, angka yang menurut Dokter Reza jarang ada pasien yang selamat.


"Biasanya di angka 32 jarang ada yang selamat. Dari 10 orang yang ia periksa, yang selamat baru satu yakni Aa Gym" ujar Dokter Reza seperti dilansir bersamadakwah, selasa(2/8/2016).


Aa Gym bahkan sudah sempat berpamitan terhadap istrinya, “Nyai, kaki abah sudah dingin, naik ke atas dinginnya. Kira-kira yang mau meninggal kayak gini. Maafin Abah,” kata Aa Gym pada istrinya.


Merasa bahwa inilah saat hidupnya terakhir, karena jantungnya sudah sangat melemah, Aa Gym kemudian meminta izin untuk mengubah posisinya dari berbaring ke posisi Sholat dengan duduk.


Posisi duduk sebenarnya tidak diperbolehkan dalam kondisi seperti itu, menurut Dokter Reza bahwa sangat rawan dalam kondisi suhu badan 32,7 derajat celcius.


Diluar dugaan Dokter Reza, ternyata saat menunaikan sholat tersebut suhu badan Aa Gym naik dari 32 hingga 37. "Posisi dari 32 hingga 37 butuh alat penghangat yang harganya ratusan juta" jelas Dokter Reza.


Setelah selamat dari kematian, Aa Gym mengungkapkan bahwa : "Inilah Sholat yang paling khusyuk sepanjang sejarah, daripada meninggal berbaring".


Alhamdulillah saat ini Aa Gym sudah kembali sehat dan kembali ke aktivitas harianya menyampaikan dakwahnya kepada umat. [islamedia/az]