Ahok Tolak Cuti Kampanye, Guru Besar UI: Ahok Gagal Bangun Sistem


Islamedia Sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang enggan mengambil cuti kampanye karena takut rancangan anggaran pendapatan belanja daerah (RAPBD) diselewengkan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) ditanggapi oleh Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Indonesia, Prof Maswadi Rauf.

Maswadi mengatakan hal tersebut justru menunjukan jika Ahok gagal membangun sistem di Pemprov DKI Jakarta.

"Kalau dia (Ahok) kepala daerah yang baik, selama memimpin harusnya bisa membangun sistem pendelegasian. Harus ada kepercayaan kepada bawahan, kalau tidak tentu ia gagal membangun sistem," ujarnya, dilansir republika, Kamis (4/8).

Lebih lanjut Maswadi menyatakan, jika kepala daerah tidak bisa mempercayai bawahannya membantu melaksanakan tugas maka itu bukan kategori pemimpin. Sebab, pemimpin merupakan orang yang bisa mendelegasikan kekuasaannya kepada bawahannya sehingga bawahannya bisa bekerja.

"Kalau ia tidak bisa karena harus cuti kan ada wakil gubernur atau bisa diwakilkan sekretaris daerah, itu gunanya pembantu gubernur," lanjutnya.

Ia menambahkan, Ahok seharusnya selama memerintah ia bisa membangun sistem. Kecurigaan berlebihan kepada bawahan adalah tidak baik dan akan berdampak buruk pada pemerintahan.

Bagaimana pemerintahan yang baik agar tidak ada celah bawahannya melakukan penyelewengan. Tidak bisa pemimpin memegang semua pekerjaan, tentu ada tugas yang harus didelegasikan kepada bawahannya. Semua pemimpin seperti itu.

"Kalau tidak ya itu bukan pemimpin," sambungnya. [republika/islamedia]