Tragedi Hari Fitri, Jangan Terulang Lagi di Tolikara


Islamedia - Masyarakat di Papua diminta untuk menghormati umat Islam yang saat ini sedang menjalankan ibadah puasa dan menyongsong Idul Fitri 1437 Hijiriah, 6–8 Juli mendatang.


“Kita harapkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menghormati sesama umat muslim yang saat ini akan menyongsong Idul Fitri,” kata Sekda Papua Hery Dosinaen kepada media, seperti dikutip dari netralitas.com, Senin (4/7/2016).


Sekda meminta kepada masyarakat jangan terprovokasi dengan pihak–pihak lain yang tidak bertanggung jawab.


Ia mengingatkan tragedi Tolikara yang terjadi setahun silam saat Shalat Ied di Kota Karubaga jangan sampai terulang lagi dan menjadi bahan pelajaran berharga agar tidak terjadi lagi.

“Mari kita sama – sama menjaga daerah ini. Papua tetap damai dan kita tetap bahu membahu dan bergandengan tangan melihat Papua secara utuh dan membangun secara baik demi Papua harus bangkit, mandiri. Lalu bermuara pada Papua harus sejahtera," harapnya.


Lebih lanjut ia meminta masyarakat jangan terlalu khawatir yang berlebihan.


“Kita yakin dengan ibadah suci ini, pada hari raya semua tetap aman dan damai,”ujarnya.


Ia menegaskan situasi keamanan di Provinsi Papua menjelang hari raya Idul Fitri yang jatuh pada 6 - 8 Juli dalam kondisi aman dan terkendali.

Sebagaimana diketahui, tragedi Tolikara terjadi pada 2015 silam, saat itu umat Islam yang sedang melaksanakan Shalat Ied diserang dan dibubarkan oleh kelompok Kristen dari Jemaat GIDI. Masjid dan Belasan rumah serta toko dibakar dan menjadi korban serangan brutal kelompok Kristen di wilayah tersebut.[islamedia/ntrl/YL]