Terorisme Ingin Membonsai Turki dan Saudi


Islamedia Ledakan beruntun di Turki dan Saudi telah terjadi, belum lama di bandara internasional Istanbul, kemudian menyusul di Arab Saudi di kota Jeddah, Madinah dan Qatif (dua ledakan terakhir di Madinah dekat Mesjid Nabawi dan Qatif nyaris bersamaan). Pemerintah Saudi pun telah merilis bahwa ledakan dekat Mesjid Suci Nabawi adalah ledakan bunuh diri yang menewaskan empat anggota keamanan dan melukai lima orang lainnya [1]

Ada apa dengan Turki dan Saudi dijadikan sebagai target terorisme ?

1. Turki yang sedang gencarnya mendirikan Turki (Ottoman) Empire di tahun 2023 setelah seratus tahun runtuhnya supremasi Khilafah Ottoman di tahun 1924.

2. Turki yang sedang gencarnya membantu negara-negara yang sedang dizhalimi seperti Mesir, Suriah, dan Palestina. Bahkan Turki menerima pengungsi dari Suriah dalam jumlah yang paling besar dari semua negara penerima pengungsi dari Suriah. Saudi pun membantu Palestina dan Suriah dalam jumlah yang tidak sedikit.

3. Turki melalui Erdogan paling lantang menolak Kudeta Berdarah di Mesir yang telah menjatuhkan Presiden sah dan demokratis Morsi.

4. Turki melalui Erdogan paling lantang mendukung Palestina (Gaza), memaksa Israel meminta maaf, mengganti rugi korban Mavi Marmara, dan membuka blokade untuk masuknya bantuan ke Gaza

5. Dan Saudi pun tidak jauh berbeda, bersama Turki masuk ke dalam koalisi Arab Saudi dalam menghadang laju kudeta Syiah Houthi di Yaman. Tokoh Syiah Houthi Malik al-Houthi pun telah mengancam negara - negara koalisi arab.

6. Saudi sebagai negara pusat kegiatan Muslim di seluruh dunia dengan dua kota suci nya, Mesjidil Haram di Mekkah dan Mesjid di Nabawi di Madinah. "Mengusik" salah satu atau keduanya akan menarik perhatian Ummat islam di seluruh Dunia.

7. Visi Saudi 2030 yang ingin menjadi negara islam mandiri, tak tergantung minyak dan ingin melayani 30 juta jamaah haji dan Umrah di tahun 2030.

Momentum ledakan yang beruntun dan saling berdekatan ini menyiratkan pesan kepada Dunia atas dua negara ini. Bahwa Turki dengan pesan kebangkitan, dan Saudi dengan pesan pelayanan Ummat Islam, akan menjadi sasaran empuk bagi gerakan teroris untuk terus membuat kekacauan dan destabilisasi agar menganggu segala macam rencana kerja di dua negara ini. Maka bagai tanaman bonsai yang tak tumbuh tinggi berkembang, mereka ingin berlakukan hal serupa kepada Turki dan Arab Saudi.

Siapakah pelaku terorisme ini?
Yang pasti, merekalah yang menentang segala bentuk kebaikan, segala bentuk kebangkitan pada Ummat islam. Kaum Kuffar? Kaum Liberal? Kaum Khawarij? Kaum Syiah? ya sangat bisa jadi.

Salah satu solusi terbaik bagi kedua negara ini adalah memperkuat hubungan bilateral dan terus merangkum negara-negara islam dalam satu payung koalisi. Karena bagaimanapun, berkoalisi dalam kondisi Ummat yang tengah berpecah jauh lebih baik daripada berjuang sendirian.

Terus mendoakan saudara-saudara Muslim di Seluruh Dunia
Demi Kebangkitan
Demi Dunia yang Lebih baik

[1] http://spa.gov.sa/viewstory.php?lang=en&newsid=1516503

Sumber : Aji Teguh Prihatno