Inilah Kesaksian Pemilik Hotel Tempat Erdogan Tinggal Saat Terjadi Upaya Kudeta


Islamedia Pemilik hotel di kota Marmatis tempat Presiden Recep Tayyip Erdogan tinggal saat terjadi upaya kudeta pada 15 Juli, Serkan Yazici, berbicara mengenai apa yang terjadi enam jam terakhir di hotel tersebut.

Presiden Erdogan memutuskan meninggalkan hotel 15 menit sebelum pasukan militer pro kudeta memasuki kamarnya.

Serkan Yazici mengatakan: "Saya menawarkan presiden untuk membawanya ke Yunani, tetapi ia marah dengan tawaran saya dan berkata, "apa yang akan saya lakukan di Yunani? Saya bertanya padamu, bagaimana jika pergi ke Istanbul?," seperti dilansir dailysabah.

15 tentara dari Pasukan Spesial Komando, 12 tentara dari Team Penyelamat, dua dari pasukan Pertahanan Bawah Laut (SAT) bergerak ke kota Marmaris dan membom lokasi tempat presiden tinggal.

Sekitar 30 tentara turun dari helikopter menggunakan tali dan melepaskan tembakan.

Setidaknya 246 orang, termasuk anggota aparat keamanan dan warga sipil, terbunuh di Istanbul dan Ankara dan lebih dari 1.530 lainnya terluka saat aksi protes melawan kudeta.

Pemerintah Turki mengatakan upaya kudeta dilakukan oleh pengikut Fetullah Gulen, yang telah melakukan kampanye penggulingan pemerintahan dan pembentukan negara paralel. [islamedia/abe]