Erdogan: Serangan Teror di Berbagai Negara Menunjukkan Retaknya Keamanan Internasional


Islamedia Presiden Recep Tayyip Erdogan, Kamis, mengatakan NATO harus mereformasi dirinya untuk memastikan stabilitas global dan keseimbangan kekuasaan saat ini di era ketika ancaman keamanan meningkat tajam di seluruh dunia.

Berbicara sebelum keberangkatannya dari bandara Esenboga untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi NATP di Warsaw, Erdogan menggarisbawahi kebutuhan akan lebih aktifnya NATO sebagaimana definisi ancaman keamanan global berubah.

Erdogan menambahkan serangan teror baru-baru ini di Istanbul, Baghdad dan Saudi Arabia menunjukkan pecahnya keamanan internasional, dan juga teror tidak lagi menjadi masalah yang disorot di negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Lebih lanjut, Erdogan mengatakan ia berharap komunitas trans-Atlantik menaruh usaha lebih dalam mendukung Turki melawan ancaman di wilayah.

Diberitakan dailysabah, para pemimpin dari 28 negara anggota akan bertemu pada Jumat di Warsaw untuk memutuskan bagaimana untuk melengkapi kembali aliansi untuk menghadapi pelbagai ancaman modern, mulai dari meningkatnya ancaman teror di dunia siber.

NATO dan Uni Eropa akan menandatangani perjanjian untuk meningkatkan kerjasama terhadap berbagai ancaman keamanan, termasuk serangan siber dan kampanye disinformasi yang terorganisir.

Para pemimpin NATO juga diharapkan memberi perintah untuk dibentuknya Divisi Intelijen yang baru di markas aliansi untuk merampingkan pengumpulan dan penyebaran intelijen sipil dan militer dan memungkinkan NATO untuk lebih efektif dalam memerangi ancaman ekstrimis terhadap negara-negara anggota sekutu dan populasi mereka. [islamedia/abe]
close
Banner iklan disini