PKS Peringati 73 Tahun Indonesia Merdeka, 9 Ramadhan 1364 Hijriah




Islamedia - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada hari selasa 14 Juni 2016 dan bertepatan dengan 9 Ramadhan 1437 Hijriah.


PKS menggunakan pegangan kalender Hijriah untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. 17 Agustus 1945, ternyata bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 Hijriah.


Dalam acara peringatan hari kemerdekaan yang ke 73 tahun hijriah ini diisi dengan Tadabur dan Renungan Proklamasi yang disampaikan oleh Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dan Wakil Ketua MPR dari F-PKS Hidayat Nur Wahid. Keduanya mengingatkan agar umat Islam tidak melupakan sejarah bahwa 17 Agustus 1945 bertepatan dengan Hari Jumat tanggal 9 Ramadan 1364 H.


"Kita ingin menyegarkan kembali ingatan kolektif bahwa ini disepakati oleh founding fathers, untuk diproklamasikan pada 7 Agustus yang bertepatan dengan 9 Hijriah. Hari ini adalah tanggal 9 Ramadan," ujar Hidayat sebagaimana dilansir detik, selasa(14/6/2016).


Hidayat menjelaskan bahwa Bung Karno bilang JAS Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Indonesia bisa dimerdekakan pada bulan Juli sebelum Ramadhan, atau September setelah Ramadhan. Tapi Bung Karno, Bung Hatta dan tokoh-tokoh saat itu menyepakati Indonesia dimerdekakan pada tanggal 17 Agustus yang adalah bulan Ramadhan.


Dijelaskan juga oleh Hidayat, bahwa teks proklamasi didiktekan oleh Bung Hatta dan ditulis Bung Karno pada pukul 03.00 WIB pada waktu sahur. Meski begitu, bukan berarti PKS mengecilkan makna dari tanggal 17 Agustus. PKS selalu memperingati dua kali peringatan Kemerdekaan RI.


"Kami hari ini melakukan peringatan untuk membuktikan cinta terhadap Indonesia nggak main-main, karena dua kali kita peringati hari kemerdekaan Indonesia. 17 Agustus diperingati, 9 Ramadan juga diperingati. Kalau ini jadi spirit untuk umat Islam di Indonesia, cinta terhadap Indonesia menjadi dua kali lipat," tutur Hidayat.


"Untuk itu kami berharap umat Islam dengan ormas-ormasnya dan partai-partainya, pesantrennya dan LSM nya untuk betul-betul menjadikan Ramadan ini sebagai bulan kemerdekaan, yang menghadirkan bulan dengan keunggulan-keunggulan luar biasa," sambung Hidayat.


Hidayat mengharapkan Umat Islam Indonesia menjadi poros dalam pembangunan negeri bersama umat lain dan komponen lain. Agar semakin kokoh spiritualisme nasionalisme. Kita juga minta fraksi-fraksi di daerah untuk berdoa untuk para pahlawan.

Anggota Komisi I DPR itu pun merasa bangga, sebab dalam sejarah baru F-PKS yang memperingati Kemerdekaan Indonesia yang jatuh bertepatan saat bulan Ramadan di parlemen. Ia berharap agar fraksi-fraksi lain mau mengikuti jejak F-PKS.

Sementara itu Jazuli dalam refleksi ini mengajak agar umat Islam dan umat dari agama lainnya untuk tetap bersatu-padu membangun Indonesia. Dengan dibacakannya Proklamasi Kemerdekaan saat bulan Ramadan, dia meminta agar umat Islan memikul tanggung jawab atas kemajuan bangsa.


"Umat Islam punya peran besar dalam kemerdekan, maka umat Islam punya kewajiban untuk membangun negeri ini. Kita ingin menggugah umat lain bahwa peran umat Islam di Indonesia luar biasa karena itu jangan banyak curiga terhadap umat Islam," terang Jazuli.


Jazuli Juwaeni menjelaskan bahwa peringatan Proklamasi yang jatuh pada bulan Ramadhan ini mempunyai makna historis yang mendalam bagi umat Islam. Inilah dignity atau kebanggan yang seharusnya diwarisi oleh umat Islam dalam mengisi kemerdekaan hingga hari ini. Kontribusi umat islam, tokoh pergerakan, para kyai dan santi dalam usaha-usaha kemerdekaan dicatat dengan tinta emas dan tidak terbantahkan.[islamedia/dtk/mh]