Inilah Penjelasan Mengapa Muhammad Ali Dimakamkan Sepekan Setelah Wafat




Islamedia – Berita wafatnya petinju legendaris Muhammad Ali menyedot perhatian warga di seluruh dunia. Selama berhari-hari berita Muhammad Ali menjadi viral di sosial media. Namun kemudian menimbulkan tanda tanya mengenai mengapa jenasah Muhammad Ali baru dimakamkan sepekan pascawafat. Mengingat, seorang muslim yang jenazahnya harus segera dimakamkan tak lebih dari 24 jam setelah kematian, kecuali ada faktor-faktor khusus.


Hal tersebut kemudian ditanggapi oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Pusat Bachtiar Nasir. Menurutnya, untuk kasus Ali tidak apa-apa. Terlebih, Imam dan Ulama di AS sudah memberikan fatwa.


"Ali begitu dicintai semua orang. Tak hanya warga Lousville. Muslim maupun Nonmuslim ingin datang hanya untuk melihat dan berdoa untuknya. Saya meyakini ulama di sana sudah mengizinkan," ujar Bachtiar, dalam Breaking News Selamat Jalan Muhammad Ali di tvOne, Jumat malam (10/6).


Dilansir dari Viva, Bachtiar Nasir kemudian memberi contoh saat Nabi Muhammad SAW wafat. Pada saat itu, Rasulullah dimakamkan tiga hari pascawafat.


"Ada tiga hal mengapa Rasulullah baru dimakamkan tiga hari," jelasnya.


Pertama, para sahabat merasa syok dengan wafatnya Rasulullah. Bahkan, sampai tidak sanggup berbicara dan berjalan.


Kedua, begitu banyak umat yang ingin menyalatkan Rasulullah.


Ketiga, adanya persoalan politik (siapakah sosok pengganti Rasulullah) serta akan dimakamkan di mana Rasulullah kelak.


Seperti diberitakan, rencana pemakaman Ali telah dibicarakan oleh keluarga Ali sejak sekitar 10 tahun lalu. Dan, Ali yang mengidap parkinson selalu dilibatkan dalam perencanaan pemakamannya ini.


"Segala sesuatu yang kami lakukan di sini direstui dan atas permintaan Muhammad Ali," ungkap Juru Bicara Keluarga Ali, Bob Gunnel, dilansir dari situs Mirror. [viva/islamedia]