Inilah Isi Pidato Muhammad Ali tentang Kematian


Islamedia - "Apa yang akan saya lakukan dalam 16 tahun ke depan?
Apa hal terbaik yang bisa saya lakukan?


Adalah bersiap-siap bertemu Tuhan.


Memiliki real estate, menjalankan bisnis, mengajar tinju. Itu semua tidak akan membawa saya ke surga. Tuhan sedang mengawasi saya. Tuhan tidak meninggikan saya karena saya mengalahkan Joe Frazier. Tuhan tidak peduli apapun tentang Inggris atau Amerika. Saat kita mendapat kejayaan, itu semua berasal dari-Nya.


Dia ingin tahu bagaimana kita memperlakukan satu sama lain. Bagaimana kita menolong satu sama lain.


Jadi, saya akan mendedikasikan hidup saya, untuk menggunakan nama dan popularitas untuk membantu kegiatan amal, membantu orang lain, mempersatukan orang-orang, membawa orang-orang. Orang-orang membom satu sama lain karena keyakinan agama. Kita butuh seseorang di dunia untuk membantu membuat kedamaian.


Jadi saat meninggal, bila ada Surga di sana, aku ingin melihatnya. Karena kita hidup untuk berapa lama? 80 tahun? Sebagian dari kamu mungkin akan meninggal 20 tahun lagi dari sekarang. Sebagian dari kamu akan meninggal 50 tahun dari sekarang. Sebagian akan meninggal pada 30 tahun dan sebagian akan meninggal pada 60, 70 tahun. Kita semua akan segera meninggal.


Jadi, ini adalah ujian untuk melihat dimanakah kita akan menghabiskan hidup kita; di surga atau di neraka. Ini bukanlah kehidupan sekarang. Dirimu yang sebenarnya ada dalam dirimu.
Tubuhmu akan menjadi tua. Sebagian akan melihat dirinya tidak lagi memiliki gigi, rambutmu mulai meninggalkan dirimu, tubuhmu mulai lelah, tapi jiwa dan ruhmu tidak pernah mati. Jadi tubuhmu adalah hanya rumah untuk jiwa dan ruhmu.


Jadi Tuhan menguji pada bagaimana kita memperlakukan satu sama lain, bagaimana kita hidup, untuk melihat dimana rumah kita yang sebenarnya di surga nanti.


Jadi semua anggota tubuh ini tidak akan bertahan lama. Jadi mobilku, gedung ini, akan berada di sini saat orang yang membangunnya sudah meninggal. Bahwa sudah banyak raja dan ratu Inggris, semuanya meninggal. Setelah yang ini, yang lainnya akan menyusul. Jadi kita tidak tinggal di dunia ini, kita hanya diamanahkan, kita tidak memiliki apapun. Bahkan anak-anakmu bukanlah milikmu. Istrimu bukanlah milikmu. Kamu tidaklah memiliki anak-anakmu, kamu tidak memiliki keluargamu.


Jadi apa yang ingin aku katakan?


Hal terpenting dalam hidupmu adalah apa yang akan terjadi padamu setelah kamu meninggal. Apakah kamu akan masuk surga atau masuk neraka? Dan itu adalah untuk abadi selamanya. Berapa lama keabadian itu?


Jadi apa yang akan aku lakukan setelah menyelesaikan pertarungan? Aku hanya punya 16 tahun untuk produktif. Mempersiapkan diriku untuk bertemu Tuhan dan pergi ke tempat yang terbaik."


sumber : Page Facebook Belajar Islam



[islamedia/mh]