'Al Aqsa Tidak Hanya Milik Bangsa Palestina, Tapi Milik Umat Islam Seluruh Dunia'


Islamedia Berkesempatan tarawih bersama Imam Masjid Al-Aqsa Syaikh Ikrimah Sabri pada Minggu malam (12/6), Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya kedudukan Masjid Al-Aqsa.

"Seandainya inti dari Isra Miraj itu adalah perintah melaksanakan shalat, tentu sangat mudah bagi Allah utk langsung mengangkat rasulullah ke Sidratul Muntaha dari Masjidil Haram," ujar Aher.

Lebih lanjut, Aher menjelaskan bahwa ternyata Allah memperjalankan Nabi terlebih dahulu ke Al-Aqsa.

"Namun kenyataannya perjalanan dimampirkan ke Al Aqsa, tiada lain tempat suci ini menjadi hakikat pintu gerbang bumi menuju langit," paparnya.

Disanalah para Nabi mendirikan sholat.

"Al aqsa menjadi tempat pelatihan sholat para nabi," lanjutnya di hadapan jamaah tarawih Masjid Istiqomah, Jalan Citarum, Bandung.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam sejarah, seorang non Arab pernah tercatat menjadi pembebas Al-Aqsa.

"Sejarah memerdekaan baitul maqdis pernah dicatat nama besar Salahudin Al Ayyubi, beliau bukan berasal dari orang Arab, dia seorang Kurdi," ungkapnya.

Kemerdekan Al-Aqsa, ujar Aher, digelorakan karena masjid tersebut milik umat Islam seluruh dunia.

"Semangat kemerdekaan Al Aqsa sejak dulu digelorakan oleh karena Mesjid ini tidak hanya milik bangsa Palestina, melainkan karena Al Aqsa adalah milik umat Islam seluruh dunia," tuturnya. [islamedia/abe]