Pemerintah Turki Gelar Peringatan Milad ke 563 Tahun Penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al Fatih


Islamedia - Tahun 1453 atau 563 tahun yang lalu pasukan Kaum Muslimin Kekhalifahan Ottoman yang dipimpin oleh Sultan Muhammad Al-Fatih berhasil merebut Konstantinopel dari tangan pasukan Salib.


Untuk mengenang aksi heroik Pasukan Kaum Muslimin secara resmi Pemerintah Turki menggelar peringatan penakhlukan Konstantinopel yang dipusatkan di Yenikapi Istambul, ahad (29/5/2016).


Jalan-jalan menuju Yenikapı Square, yang terletak di semenanjung bersejarah Istanbul di sisi Eropa, ditutup untuk lalu lintas pada Minggu pagi.


Hadir dalam peringatan tersebut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Binali Yildirim, para pejabat negara, tamu undangan dan ratusan ribu masyarakat Turki.


Dalam pidatonya, Erdogan mengatakan bahwa meskipun penaklukan Istanbul berlangsung 563 tahun yang lalu, namun hingga saat ini masih terasa dan acara peringatan bisa bertahan hingga saat ini. Erdogan juga menyampaikan soal krisis Suriah.


Pada peringatan tahun 2016 ini, langsung diselenggarakan di bawah pengawasan Kepresidenan Turki, sehingga diharapkan dapat menarik lebih dari satu juta orang.


Untuk menambah kemeriahan acara bantuan teknologi audio-visual dan ratusan aktor berpakaian seperti tentara Ottoman. Sebelum upacara, band militer dari Garda Resimen Presiden, dan mehter 563 "Mehteran" membuat pertunjukan.


Aksi teatrikal pertempuran selama penaklukan Konstantinopel dimeriahkan oleh 500 orang di atas panggung dengan dilengkapi meriam dan replika kapal.


Nampak juga sebuah tembok kota pada saat penaklukan Ottoman dan foto Muhammad Al Fatih yang sedang menunggang kuda putih. Terlihat juga replika kapal yang ditarik oleh pasukan Ottoman dalam sebuah adegan yang menggambarkan rencana cerdas Al-Fatih membawa kapal melalui daratan.


Suasana semakin meriah ketika pesawat tempur dari Angkatan Udata Turki melakukan aksi akrobatik. Turki Stars, tim stunt udara dari Angkatan Udara Turki, terbang di atas Yenikapı.


Sebuah band mehter, bermain musik militer tradisional Ottoman, berada di pusat acara. Marching Band yang memainkan lagu kebangsaan militer yang digunakan untuk menggalang pasukan pergi ke medan perang selama era Ottoman.[islamedia/mh]