SPI Adalah Sarana Pencetak Kader Dakwah


Kamis (7/4) lalu telah digelar kajian bertemakan “Dakwah Sebagai Pilihan Hidup” oleh Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Moh. Natsir, Bandung. Digelar di Aula Besar Mesjid Pusdai, Jl. Dipenogoro no. 63, kuliah ini dihadiri oleh puluhan peserta yang kebanyakan merupakan mahasiswa dari kampus-kampus se-Bandung Raya. Kuliah ini merupakan sesi terakhir dari rangkaian kursus singkat SPI Moh. Natsir angkatan kedua yang diadakan di Bandung dengan menghadirkan Ahmad Rofiqi, M.Pd.I. sebagai narasumber.

Pada kesempatan malam itu, Ust. Rofiqi menyampaikan bahwa pada hakikatnya kehidupan umat Islam selalu berada dalam jalan perjuangan. Salah satu jalan yang dapat ditempuh adalah dengan berdakwah.

“Dakwah adalah jalan menuju kemuliaan di sisi Allah, dan sesungguhnya itu memang bagian dari kehidupan Muslim. Namun jika kalian masih enggan, tak mengapa, karena posisi dakwah pasti tak pernah kosong, akan ada yang mengisi. Hanya saja, itu artinya kita melewatkan kesempatan besar untuk meraih kemuliaan di sisi Allah SWT. Sungguh disayangkan,” demikian disampaikan pemateri dengan nada yang serius dan berulang-ulang.

Mengapa umat Islam harus berdakwah? Ust. Rofiqi menyampaikan bahwa sesungguhnya banyak penyimpangan yang terjadi di muka bumi ini dan hanya umat Islam-lah yang bisa membawa rahmatan lil alamin. “Oleh karena itu, jika bukan kita sebagai umat Islam, siapa lagi? Jalan dakwah yang paling esensial adalah meluruskan umat Islam dari pikiran-pikiran yang menyimpang seperti kemunculan faham pluralisme, liberalisme, nativisasi, dan sebagainya.”

Di akhir pemaparannya, Rofiqi menyampaikan bahwa keberadaan SPI tujuannya adalah sebagai sarana untuk mencetak kader yang sanggup berdakwah. “Kita tidak bisa soleh sendiri. Umat Islam bukan umat egois. Jadi, saya ingatkan lagi kepada kita semua untuk menjadikan dakwah sebagai jalan kita bersama,” pungkasnya. [rizkimulia/islamedia]