Polisi Israel Siksa Anak-anak Palestina di Tahanan


Islamedia - Polisi Israel telah mengancam dan mengintimidasi anak-anak Palestina yang ditahan di tahanan Israel, kelompok hak asasi manusia terkemuka mengungkapkan, Senin kemarin. Human Rights Watch mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perlakuan Israel terhadap anak Palestina di bawah umur, termasuk menginterogasi tanpa kehadiran orangtua adalah bentuk pelanggaran hukum internasional.

Sari Bashi, Direktur Komnasham Israel dan Palestina, mengatakan bahwa pengalaman ini akan terbawa dan menjadi trauma tersendiri saat mereka dewasa nanti dan yang lebih memprihatinan, ada lebih dari peningkatan jumlah anak-anak yang diduga terlibat dalam serangan Israel, anak-anak ditangkap harus diperlakukan dengan manusiawi karena hal itu adalah hak semua anak.

Dalam enam kasus yang didokumentasikan oleh HRW, ada contoh kasus anak-anak yang diinterogasi tanpa orang tua mereka dan dipukul oleh petugas yang mengharuskan mereka berada di luar ruangan yang dingin di pagi hari.

Juru Bicara Polisi Israel Micky Rosenfeld mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa laporan yang beredar itu benar-benar tidak akurat dan menyesatkan.

“Setiap kali ada kejahatan besar dan serangan, tersangka ditangkap dan (wawancara) dicatat kemudian ditulis dan direkam dengan pengacara yang hadir,” kata Rosenfeld.

Ada lebih dari 400 anak-anak Palestina di penjara-penjara Israel, menurut kelompok hak tahanan Palestina Addameer, ada sekitar setengah dari mereka yang ditangkap sejak terjadinya kekerasan pada bulan Oktober yang menewaskan 202 warga Palestina dan 33 orang Israel atau orang asing. [knrp].