Peringati May Day, Buruh Tolak Reklamasi Teluk dan RUU Pengampunan Pajak


Tolak reklamasi teluk, penggusuran dan RUU tax amnesty menjadi tuntutan kaum buruh dalam memperingati May Day.

"Tolak Reklamasi Teluk Jakarta-Tolak Penggusuran-Tolak RUU Tax Amnesty'. Kita menolak dan RUU tax amnesty ini juga taatnya masih rendah. Buruh juga miris dengan maraknya penggusuran dan reklamasi Teluk Jakarta yang menyengsarakan orang kecil dan buruh informal," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, seperti dilansir Okezone.com

Selain tiga hal tersebut, secara serempak buruh juga akan melakukan deklarasi Ormas Buruh di 32 provinsi, 250 kabupaten/kota. Organisasi yang juga melibatkan petani, nelayan, guru honorer dan masyarakat kecil lainnya ini akan menjadi kekuatan politik untuk menekan kebijakan pemerintah yang merugikan mereka.

"Lalu 'Deklarasi Ormas Buruh', bikin blok politik, grup penekan (pressure group) terhadap kebijakan pemerintah yang merugikan mereka. Kita bergabung di semua wilayah, dipersiapkan. Ormas ini menjadi kekuatan politik untuk semua isu," lanjut Iqbal.

"Potret inilah yang menjadi isu utama kaum buruh dalam May Day 2016 yang serempak disuarakan satu juta buruh di seluruh Indonesia," katanya. [okezone/islamedia]