Dahulu Demi Menarik Simpati Warga Pribumi Singapura, Etnis China Gunakan Kopyah Saat Kampanye


Islamedia - Demi menarik simpati dan dukungan bangsa Melayu, para politisi etnis China tidak segan-segan mengenakan atribut melayu, seperti Kopyah Melayu ketika melakukan kampanye saat awal merintis karis politiknya.


Seperti yang dilakukan Lee Kuan Yew PM Singapura saat berusaha menggambil hati pribumi Singapura untuk bisa memimpin, dengan mendekati mereka dan berpakaian seperti mereka dengan pakaian songkok Islami khas pribumi.


Seperti yang terlihat dalam foto dokumentasi ketika Lee Kuan Yew menggunakan kopyah warna hitam saat kampanye ketika mengunjungi penduduk Melayu di Kampung Tani, Singapura pada 1965.


Namun ketika sudah berkuasa, para Pribumi melayu di Singapura seperti dijajah, hak-haknya di Negeri sendiri, bahkan Pemerintah membuat peraturan bahwa warga Melayu dilarang menduduki jabatan tertentu di pemerintahan Singapura, karena dianggap tidak loyal terhadap negara.


lee


Dahulu Singapura merupakan wilayah dengan penduduk melayu dan memiliki karakter keIslaman yang kuat, namun saat ini telah berubah menjadi negara sekuler yang telah menghilangkan simbol-simbol Islam. [islamedia/mh]