Bantu Korban Penggusuran, ACT 'Usap Gelisah Anak-anak Luar Batang'


Islamedia - Kejadian Senin pagi sepekan yang lalu masih menyisakan duka yang berkepanjangan. Ratusan warga larut dalam kesedihan, pasca rumahnya dihancurkan hingga rata dengan tanah. Ini yang terjadi, nestapa penjala terpaksa pejam mata diatas perahu.


Cukuplah berdebat lisan membicarakan konsekuensi kepemilikan tanah. Sadarkah sahabat, yang paling menderita imbas pembongkaran pemukiman ini, tak lain dan tidak bukan adalah anak-anak.


Generasi penerus bangsa di Kampung Luar Batang kini terancam kesehatannya. Dalam dinginnya malam, mereka terjaga di atas perahu usang, beratapkan langit, berselimut lara.


Canda anak-anak ini berbeda. Hingga Jumat kemarin, ingatan mereka segar menceritakan tangan besi yang meluluhlantakkan rumahnya.


"Ada penggusuran.. Ada penggusuran..", ujar seorang bocah berlari ke gerombolan teman-temannya.


"Aku jadi tentaranya ya..", sahut rekan lainnya sembari mengangkat pistol dari bambu dan menendang-nendang tembok.


Ternyata, anak-anak ini sedang bermain 'gusur-gusuran' yang kini menjadi permainan baru anak-anak Kampung Luar Batang. Trauma mendalam melingkupi anak-anak, kekerasan yang terjadi saat penggusuran menyimpan segenap duka dalam memorinya.


ACT bersama dengan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) terjun langsung ke titik penggusuran. Sedikit dokumentasi aksi trauma healing ACT-MRI untuk anak-anak korban penggusuran, semoga memberikan gambaran suasana nyata Kampung Luar Batang.


Jika hati kita tidak terketuk untuk sekedar iba, mungkin hati kita yang perlu diselamatkan, ‪#‎SaveHumanity‬.[islamedia/act/YL]