'Berani Borgol Ahok, KPK Hebat !'


Sebuah aksi unjuk rasa digelar di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Jakarta, Kamis (31/12).

Demonstrasi yang diikuti ratusan massa yang mengatasnamakan Komite Tangkap dan Penjarakan (KTP) Ahok tersebut mendesak KPK agar memeriksa dan menangkap ahok yang terindikasi terlibat dalam kasus pengadaan lahan RS Sumber Waras.

Tidak hanya itu, aksi tersebut juga mempertanyakan kerja KPK yang terkesan tidak serius mengusut kasus lahan RS Sumber Waras.

"Padahal, hampir satu bulan lamanya BPK RI telah menyerahkan audit investigasi Sumber Waras," ujar Koordinator KTP Ahok, Ahmad Sulhy, seperti dilansir oleh Rmol.

Ahmad menambahkan, kasus tersebut menyebabkan kerugian negara hingga Rp 755 miliar. Sebab, berdasarkan pemeriksaan BPK, diduga kuat terjadi berbagai pelanggaran.

"Baik dari sisi prosedur maupun mark up harga atas perintah dan buruknya manajerial Ahok selaku gubernur DKI, penanggung jawab anggaran APBD DKI," ungkap pria yang juga Fungsionaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI itu.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi KTP Ahok, Raden Hidayatullah mempertanyakan komitmen KPK dalam mengusut kasus pengadaan lahan tersebut.

"Mana komitmen, konsistensi, dan independensi KPK? Kok kayak ayam sayur, tidak berani menangkap Ahok?" cibirnya.

Dalam aksi ini, KTP Ahok juga meminta KPK jilid IV konsisten menjaga integritas dan tidak takut intervensi siapapun dalam mengusut kasus tersebut, serta menunggu 7x24 jam agar segera menuntaskan kasus tersebut.

"Berani borgol Ahok, KPK hebat!" tegas Raden. [rmol/islamedia]