Begini Kata Polisi di Berbagai Daerah Mengenai Petasan dan Kembang Api


Islamedia - Malam pergantian tahun kadung identik dengan pesta petasan dan kembang api. Selain para ulama menentukan sikap melalui fatwanya, pejabat dan pihak kepolisian di berbagai daerah juga mengeluarkan imbauan dan larangan kepada masyarakat.

Di kota Medan, seperti diberitakan Republika, Rabu (30/12) kemarin, untuk menjaga kenyaman dan keamanan saat perayaan malam tahun baru 2016, pemkot setempat melarang pesta kembang api. Kapolresta Medan, Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto menegaskan, pihaknya tidak akan mengeluarkan izin untuk pesta kembang api.

"Banyak yang protes ke Polresta Medan karena terlalu banyak memberikan izin perayaan pesta akhir tahun. Di sejumlah lokasi sering diadakan pesta kembang api. Kami minta Polsek-Polsek untuk mengantisipasinya," kata Mardiaz.

Di Banyuwangi, polres setempat melarang warga membunyikan petasan maupun kembang api. Langkah antisipasinya para kasat dan kapolsek diminta melakukan razia kembang api maupun petasan di semua wilayah.

“Petasan dan kembang api bisa memicu terjadinya kebakaran dan kecelakaan, seperti terkena ledakkan hingga mengakibatkan luka serta cacat fisik. Tolong dicegah,” ujar Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama.

Larangan serupa juga disosialisasikan di Riau. Menurut Kapolsek Sungai Apit IPTU Rangga Warsito melalui Bhabinkamtibmas Aiptu Karim Silalahi, warga Kelurahan Sungai Apit, Siak, Riau, diminta tidak memainkan petasan dan kembang api saat pergantian tahun baru 2016.

"Karena kalau petasan atau kembang api dilakukan bersama-sama dikhawatirkan bisa menimbulkan kebakaran," katanya.

Sementara itu, di Kalimantan Selatan, Kapolda Kalsel Brigjen Pol Agung Budi Maryoto menandaskan, penyalaan petasan dan kembang api untuk perayaan tahun baru, cuma boleh berukuran di bawah 2 inchi. Jika melebihi batasan ukuran itu, pihak kepolisian akan mengambil tindakan hukum.

“Segera amankan warga yang menyalakan kembang api dan petasan di luar ketentuan. Lalu, cari penjualnya yang juga turut bertanggung jawab,” tegas Kapolda, saat menyampaikan pernyataan akhir tahun 2015 di Aula Bhayangkara Mapolda Kalsel, Rabu (30/12), seperti dilansir mediakalimantan. Agung menyebut mengenai perizinan penyalaan kembang api di bawah 2 inchi tetap harus dilakukan.

Di ibukota, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tidak melarang pesta kembang api saat perayaan malam Tahun Baru nanti asal sudah mendapat izin dari Kepolisian. Hal ini agak berbeda dengan kebijakan Fauzi Bowo yang mengeluarkan kebijakan yang melarang menyalakan petasan, mercon atau kembang api saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2010.

"Kami melarang keras pesta mercon, karena menyebabkan potensi kebakaran tinggi," ujar Gubernur DKI Fauzi Bowo di Balai Kota Jakarta, Senin (21/12/2009), seperti diberitakan Okezone.

Menindaklanjuti larangan tersebut, Pemprov DKI kala itu melakukan pengawasan di lapangan dan koordinasi dengan kepolisian. "Untuk itu kita akan melakukan pengawasan dengan melibatkan 7.000 personel dari Satpol PP," ujar Gubernur DKI Jakarta kala itu. (ismed/dari berbagai sumber)