SPI dan Baznas Jabar Bekerjasama Cetak Pemikir Islam


Islamedia - Setelah sukses dengan Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Fatahillah di Jakarta, SPI Bandung kini digelar kembali untuk angkatan kedua. Bertempat di lantai dua ruang seminar Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, SPI Bandung kali ini diberi nama dengan SPI Mohammad Natsir. Diambilnya nama-nama pahlawan tersebut sekaligus ingin mengingatkan kembali, bahwa umat Islam berperan besar dalam perjuangan memerdekakan negeri.

Hari pertama kegiatan dimulai pada Kamis, 10 Desember 2015, dengan agenda pembukaan, ta'aruf dan overview pembelajaran selama empat bulan ke depan. Hadir dalam pembukaan acara tersebut, H. Arif Ramdani, selaku Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat, dan Akmal Sjafril yang merupakan inisiator SPI.

Dalam sambutannya, Ketua Baznas Jabar periode 2014-2019 ini mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung terseselenggaranya kegiatan tersebut karena sejalan dengan salah satu program mereka, yaitu mencetak 1.000 Da'i dan Pemikir Islam.

Lebih lanjut, Akmal yang memberikan sambutan kedua menambahkan bahwa dukungan penuh Baznas tersebut harus menjadi pelecut semangat para peserta untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti SPI ini.

“Kami tidak ingin yang hadir di sini hanya sebagai pengoleksi ilmu. Yang kami harapkan, para peserta Sekolah Pemikiran Islam mampu memberikan pengaruh di lingkungannya masing-masing,” ujar pemilik akun twitter @malakmalakmal ini.

SPI Moh. Natsir dijadwalkan selama 15 kali pertemuan pekanan dan akan diisi oleh beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing. Tidak hanya materi tentang pemikiran Islam saja yang akan diperoleh peserta, namun juga skill yang mendukung untuk bisa mensyiarkan dakwah di kampus dan zona dakwah lainnya, antara lain dalam bentuk pelatihan kepenulisan. (Jupri Supriadi)