Partai Sekuler Terbesar Tunisia Alami Perpecahan Internal


Islamedia - Sekjen partai sekuler terbesar Tunisia Nidaa Tounes (NT), mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin lalu. Mohsen Marzouk, eks-Sekjen tersebut, menyatakan bahwa dirinya mungkin akan membentuk partai baru. Demikian dilansir laman Middle East Monitor pada Senin (21/12).

Dalam pernyataannya, Marzouk juga mengumumkan pembentukan komite nasional untuk memonitor dan mengorganisir pertemuan pendahuluan pada 9 Januari mendatang. Menurut Marzouk, sehari kemudian, akan diadakan pertemuan rakyat nasional, untuk mengumumkan temuan komite dalam rangka mengembalikan lagi semangat pendirian Nidaa Tounes.

Stasiun radio Tunisia Shems FM mengatakan, bahwa para pemimpin NT mendukung keputusan Marzouk itu, dan menjelaskan bahwa Marzouk telah ditugaskan untuk melakukan koordinasi menuju jalan (partai) baru.

Pernyataan Marzouk tersebut juga dibaca sebagai ketidakpuasannya terhadap peta jalan (road map) yang dihasilkan komite beranggotakan 13 orang anggota bentukan Presiden Beji Essebsi. Presiden yang juga tokoh pendiri NT itu membentuk komite tersebut untuk merekonsiliasikan dua kubu yang berseberangan di dalam NT. Komite bentukan Presiden itu juga mengumumkan bahwa konferensi rekonsiliasi pertama akan diadakan pada 10 Januari dan konferensi elektoral pada 31 Juni mendatang, keduanya demi merekonsiliasikan kepentingan masing-masing pihak.

Menurut Marzouk, dalam pertemuan Jumat lalu, NT sedang mengalami "kematian klinis." Ia mengemukakan prasangka bahwa Partai Islam Ennahda merupakan "salah satu yang diuntungkan dengan krisi internal partai berkuasa."

Sebagian pengamat mengungkapkan kekhawatiran bahwa perpecahan kedua kubu NT itu dapat menyebabkan munculnya lagi stabilitas politik yang lemah dan rentan di Tunisia. (ismed/memo)