Ismail Haniya : Perlawanan di Tepi Barat Akan Meningkat di 2016


Dalam pidatonya, saat memperingati perang Al-Furqon yang diadakan dinas kepolisian Palestina di Gaza, Ahad (27/12), Ismail Haniya, wakil ketua biro politik gerakan perlawanan Islam Hamas kembali menegaskan, jika Israel berfikir dapat melakukan agresi ke Gaza kembali, salah besar. Ia akan membayar mahal aksinya tersebut lebih dahsyat dari sebelumnya.

Dilansir Info Palestina, Haniya menyebutkan para pimpinan politik Israel akan mengalami kerugian masa depan politiknya, jika berfikir untuk menyerang kembali Gaza.

Bahkan ia memprediksi, tahun 2016 adalah tahun meningkatnya perlawanan di Tepi Barat seiring dengan perkembangan di Gaza. Intifadhah Al-Quds akan terus berlanjut dan belum keluar dari koridornya.

Dari tiga target yang ingin dicapai Israel dalam perang Furqon tahun 2008, yaitu menjautuhkan pemerintahan Hamas, menyelamatkan Shalit dan menghentikan serangan roket. Tak satupun dari tiga target tersebut yang tercapai.

Maka bersamaan dengan masuknya tahun 2016, 10 tahun Gaza bertempur dalam tiga kali peperangan. Blokade makin diperketat dan Gaza terus menerus menjadi target. Peperangan baik secara militer maupun ekonomi. [infopalestina/islamedia]