HAMAS dan 7 Tahun Perlawanan


(1)
Dua hari lalu, 27/12/12. HAMAS mengubah brigade Izzuddin Al-Qassam dari Kataib (setingkat brigade) menjadi Jaisy Munazzham (militer terlatih).

(2)
Tidak perlu diungkap, berapa jumlah anggota mujahidin HAMAS yang siap meraih 2 kebahagiaan: menang atau meraih syahid. Dua hal yang tak akan dirindukan, jiwa-jiwa yang terkotori al-wahn (cinta dunia dan takut mati)

(3)
Yang pasti. Tanggal 27/12/12 diperingati HAMAS sebagai era bangkitnya perlawanan bangsa Palestina. Pada tanggal itu, perang Al-Furqan berlangsung. Dimana 60 pesawat tempur Israel melakukan penyerangan sekaligus dalam 1 detik.

(4)
Yang diserang asrama polisi, kementiran dalam negeri Gaza, dan kamp-kamp mujahidin. 250 menemui syahid dan berkali lipat yang terluka. Serangan Israel, kali ini atas restu Mubarak. Sebab 2 hari sebelumnya, Levni Menlu Israel baru mengadakan press conference bersama Abul Ghaith, Menlu Mesir di Kairo.

(5)
Mubarak dilengserkan di bulan Januari 2011. Mursi berkuasa. Tak lama kemudian dikudeta As-Sisi. Di era Mursi, terjadi pertempuran Hijarah As-Sijjil. Berlangsung selama 6 hari. Mursi langsung bergerak menghentikan serangan Israel. Salah satunya, mengirimkan PM Hisyam Qandil ke Gaza.

(6)
Tak lama kemudian. Saat As-Sisi berkuasa. Tepatnya di tahun 2014, bulan Ramadhan. HAMAS harus berhadapan dengan gempuran terlama, 51 hari melawan militer Israel dengan peralatan canggih dan senjata mematikan. Namun, HAMAS nampak semakin memahami medan tempur.

(7)
HAMAS mampu memproduksi rudal-rudal berjelajah jauh (Lihat buku: Keajaiban Terowongan Gaza). Mampu membentuk pasukan katak. Paling menakjubkan. Pasukan Rangers HAMAS, menembus jantung perbatasan melalui terowongan-terowongan. Lantas menyerang dan membunuh perwira-perwira di pos-pos militer Israel.

(8)
HAMAS mampu menempa diri. Selain pertolongan Allah. Energi terbesar adalah teguh pada potensi diri. Di perang 2014, HAMAS membuktikan, kemampuan pasukan HAMAS bisa mengungguli pasukan Ranggers Israel.

(9)
7 tahun telah berlalu. Kini semua tuntutan HAMAS yang disanggupi Israel, dihancurkan lewat Mesir. As-Sisi sukarela merendam Gaza dengan air laut, mengisolir Gaza dengan mengosongkan Sinai. Bahkan perbatasan Refah dengan Mesir ditutup sepanjang hari.

(10)
Namun yang lebih tragis justru dialami Mahmud Abbas, Presiden boneka Israel di Palestina. Justru 2 hari lalu, pasukan Israel memasuki halaman rumah Abbas, melucuti senjata pasukan pengaman Abbas. Pelecehan di atas pelecehan.

(11)
Pun, pihak yang kemarin bahagia dengan berkibarnya bendera Palestina di PBB, hingga hari ini pun tak mampu berbuat banyak. HAMAS mengubah pahit getir penjajahan Israel dan pengkhianatan saudaranya, menjadi harapan!

Sumber : Nandang Burhanudin