Video ini Buktikan Biadabnya Teroris Israel Interogasi Bocah Palestina




Islamedia - Pemandangan yang bisa mengekspresikan situasi pelik atau persoalan sangat besar yang dialami anak-anak Palestina tidak mudah ditemukan. Namun lewat bocoran cuplikan potongan video yang tersebar ini kita dapat menyaksikan bagaimana kejinya polisi Israel menginterogasi bocah palestina. Bahkan komandan polisi zionis pun harus turun tangan untuk menaklukkan bocah 13 tahun ini dalam meremukkan tekad kuatnya serta harga dirinya.


Bocah asal Al-Quds ini seakan mewakili rakyat Palestina yang ketegarannya luar biasa. Dialah Ahmed Munasherah. Meski para komandan Israel menekannya secara psikis dan mental, Monasherah tak menyerah. Di depan keberingasan dan keliaran teror Israel, bocah Palestina itu tetap tegar.


Bocah Monasherah punya kisah unik. Ia pernah dikepung oleh warga Israel setelah ditabrak mobil Israel hingga luka parah dan hampir kehabisan darah. Ketika menggelepar, Israel mencerca dan menghina habis dan memintanya agar segera mati. Ia ditangkap dalam keadaan terluka dengan dugaan hendak menikam. Sementara sepupunya, Hasan (16) dibantai Israel langsung di jalanan. Setelah bocoran rekaman video dari rumah sakit Ahmed Monasherah yang sedang terikat dengan rantai tersebar, kini muncul bocoran video saat ia diinterogasi.


Video itu meringkas realitas sebenarnya. Bagaimana instansi dan badan keamanan Israel yang terus memburu anak-anak tanpa ampun dengan didukung undang-undang dari Knesset. Di luar itu, warga Israel terus meneriakan yel-yel “matilah Arab” dan meminta agar tindakan kekerasan terhadap Palestina semakin keras. Sementara militer bersenjata Israel tak ragu-ragu melakukan eksekusi mati di jalanan, tak peduli anak atau wanita.


Video itu menanggambarkan bagaimana kebiadaban dan kekerasan sistematis terhadap seorang anak Palestina, dan itu terjadi dialami oleh setiap anak Palestina yang pernah masuk penjara Israel. mereka harus menjawab setiap pertanyaan Israel dengan cara brutal.


Dalam cuplikan video itu kita dapat melihat langsung bagaimana rezim dan sistem teroris Israel dari dalam. Yahudi Israel sering ditanpakkan sebagai bangsa terbuang yang menentang logika sejarah kemudian menindas bangsa Palestina dan menekan keluarga dan anak-anak serta memaksa mengucapkan apa yang dilakukan teman-teman mereka. Israel tak pernah berani bertanya kepada anak-anak pertanyaan yang mendasar; misalnya, apa motif kalian keluar unjuk rasa atau membawa batu atau berfikir menyerang dengan pisau? Sebab itu sama saja bertanya tentang nasib akhir Israel dan obatnya hanya “hilangkan Israel”.


Yang diinginkan Israel hanyalah menanamkan ketakutan dalam diri bangsa Palestina dan mengintimidasi generasi baru dengan cara-cara interogasi menakutkan itu. Jadi dalam video itu tak ada yang baru. Hanya saja, video itu bocor dan bisa disaksikan oleh dunia seluruhnya. Selain itu, interogrator dalam video itu adalah juru bicara resmi Israel.


Ahmed Monasherah bicara atas nama Palestina, dengan bahasa apapun, ia menjadi paling fasih. Ia potret bangsa yang lelah oleh proses perdamaian.


Monasherah layak naik podium PBB menceritakan kepada dunia tentang kisah anak-anak yang ditabrak, dilukai, diperlakukan dengan kekerasan, diikat, dan disakiti. Ia mewakili generasi Palestina yang ingin kemerdekaan dan kebebasan yang bisa mengempaskan dan melemahkan Israel.


“Saya Ahmed Monasherah, ketika kecil negeri saya terjajah….” Begitulah dia memulai setelah dunia dihentak dengan keberaniannya.[Husam Shaker/islamedia]