UEA Desak Inggris Bubarkan Ikhwanul Muslimin


Menyusul tekanan Uni Emirat Arab yang meminta Inggris membubarkan organisasi IM, anggota senior Ikhwanul Muslimin (IM) di Inggris Mohamed Soudan menegaskan bahwa organisasi Ikhwan tidak menyembunyikan sesuatu yang bisa dianggap membahayakan.

Lanjutnya, Soudan mengatakan jika Pemerintah Inggris menemukan bukti bahwa orgasisasinya salah, tentu mereka juga mengambil tindakan.

"Kami tidak pernah melanggar hukum, kami tidak mendorong kekerasan, kami ingin hidup damai serta tidak ada yang disembunyikan. Mereka tidak bisa melakukan apapun karena kami tidak melakukan kesalahan," ujar Soudan, seperti dilansir republika.

Seperti diketahui, UEA berjanji menandatangani kontrak pembelian senjata dengan Inggris sebesar 9 miliar dolar AS, namun dengan syarat Perdana Menteri Inggris David Cameron mau menindak tegas kelompok tersebut. Hal itu disebutkan dalam laporan yang dibuat the Guardian.

Cameron sendiri pada akhir Maret lalu telah memerintahkan penyelidikan apakah Ikhwan terkait dengan terorisme. Namun hasil penyelidikan itu tidak diungkap ke media hingga kini.

Kepada Aljazira, juru bicara Perdana Menteri Inggris mengatakan pemerintahnya akan tetap berkomitmen membuka hasil penyelidikan tersebut. Rencananya, pemerintah akan mengungkapnya akhir tahun ini. [republika/islamedia]