Raja Salman dan Kerinduan Kejayaan Kekhilafahan Islam di Turki


Islamedia - Beberapa pekan lalu digelar pertemuan puncak negara-negara G20 yang dilaksanakan di kota Antalya-Turki yang diikuti oleh 20 pemimpin negara-negara besar dunia termasuk Pemimpin Saudi Arabia, Raja Salman Bin Abdul Aziz.


Ada kejadian menarik, dimana waktu itu Raja Salman bersikukuh untuk berbelanja ke salah satu toko di kota Antalya setelah pertemuan G20 selesai.


Benar saja, Raja Salman -dengan diikuti oleh para delegasi saudi lainnya- masuk ke salah satu toko yang khusus berjualan souvenir. Setelah memasuki toko tersebut, Sang Raja mengitari toko tersebut dan kelihatannya sangat senang dengan barang-barang yang dipajang disana. Namun Sang Raja tidak tertarik untuk membeli-beli apa-apa kecuali hanya satu barang saja, yaitu sebuah kerajinan tangan yang terbuat dari kayu berlapis tembaga bergambar Bintang dan Bulan Sabit. Sebuah karya yang kembali mengingatkan kita semua masa kejayaan Imperium Agung Adidaya Kekhilafahan Islam Otoman yang menguasai seluruh peta dunia kala itu.


Demikianlah, seperti yang diceritakan oleh pemilik toko souvenir, Murad Oolac, "harga souvenir yang beliau beli cuma 350 dolar saja. Pada awalnya, ketika kami melihat beliau mengitari toko dan sangat senang dengan barang-barang pajangan kami, kami kira beliau akan memborong banyak souvenir dan membelanjakan banyak uang, namun perkiraan kami salah, dan beliau tidak membeli apapaun kecuali kerajinan tangan yang bergambar Bintang dan Bulan Sabit itu. Seperti yang dinukil situs shasha.ps, Selasa (24/11). [Islamedia/syafruddinramly/YL]