Ketika Mas Gagah Pergi, Karya Sastra Kontemporer Rujukan yang akan di Filmkan


Islamedia - Berbicara di hadapan pers pada acara Press Conference dan Doa Bersama Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) yang digelar di Bilangan Bintaro, tepatnya di Jl. Gapura Menteng Indah No.1 Bintaro Jaya Sektor 5, Kamis (1/10) lalu. Penulis buku legendaris, Helvy Tiana Rosa mengatakan bahwa Ketika Mas Gagah Pergi adalah salah satu karya sastra kontemporer yang menjadi rujukan.


“KMGP merupakan novellet legendaris yang ditulis tahun 1992 dan diterbitkan pertama kali tahun 1997. Kini buku Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) sudah dicetak ulang 39 kali oleh 3 penerbit dan terjual lebih dari satu juta eksemplar,” tuturnya


“Film ini lebih lama difilmkan karena menginginkan film ini untuk diproduksi sendiri, sebenarnya ada 11 PH yang berminat,” kata dia


Menurut Helvy, dalam perjalanannya dia bertemu penulis skenario yang 'asyik' yaitu Freddy, kemudian bertemu  Adha dan  Firmansyah. “Ini proyek pertama yang semoga mejadi usaha untuk membangun projek film selanjutnya,” Kata Helvy


N. Imam Akbari, Senior Vice President (SVP) Aksi Cepat Tanggap (ACT), yang hadir pada acara tersebut mengatakan bahwa satu tugas lembaga kemanusiaan adalah tidak sekedar bekerja secara fisik menjembatani ‘si mampu’ dengan ‘si papa’, namun juga ada kewajiban untuk mengedukasi generasi muda.


“Ini adalah sebuah tantangan kita menghasilkan produk budaya untuk anak muda sehingga dapat dengan mudah menyerap kebaikan nilai-nilai kemanusiaan, kedermawanan dan kerelawanan yang dituangkan dalam produk budaya yaitu film.” ujarnya.


Menurut Imam, “Ini tantangan yang luar biasa di tengah kondisi politik dan ekonomi di negeri yang sedang sulit seperti saat ini.”


Terakhir Imam mengatakan, dalam film ini ACT memiliki kesamaan dengan konten cerita KMGP berupa misi sosial untuk Indonesia timur dan anak-anak Palestina. Namun lebih dari itu, tokoh-tokoh dalam KMGP ini memiliki kedekatan dan kemiripan dengan sosok-sosok yang ingin ACT hadirkan ke masyarakat.


Aktor senior,  Mathias Muchus yang juga hadir pada Press Conference mengatakan bahwa motivasi utama bergabung dengan KMGP bukan untuk cari uang, tapi berusaha untuk bikin film yang baik dan berkah, “ Kalau kita cuma berputar diangka-angka, nggak ada berkahnya, kaya juga nggak,” tuturnya


“ Mereka turun tangan untuk membenahi anak-anak muda. Karena film merupakan salah satu media yang sangat efektif untuk mempengaruhi penonton. Kepada media mudah-mudahan melihatnya bukan dari perspektif angka-angka saja,” pungkasnya.[rls/islamedia/YL]