Dituduh Memakan Daging Sapi, Pria Muslim ini Dibantai oleh Penganut Hindu di India


Islamedia - Seorang pria Muslim 50 tahun dipukuli sampai tewas atas tuduhan ia makan daging sapi oleh sekelompok orang penganut Hindu di India.


Mohammad Akhlaq, seorang pengrajin besi diseret dari rumahnya di pinggiran ibukota New Delhi dan dibantai oleh sekitar ratusan penganut Hindu, pada hari Senin (28/9/2015) malam, Demikian seperti diberitakan AFP yang dilansir telegraph.co.uk.


"Ketika tim kami mencapai tempat kerumunan, itu ada di luar rumahnya. Mereka (polisi) berhasil menyelamatkan dia dan membawanya ke rumah sakit, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan," kata inspektur polisi senior Kiran S.


Anak korban yang berumur 22 tahun juga terluka parah dalam serangan itu dan berada dalam perawatan intensif di rumah sakit terdekat.


Membunuh sapi dilarang di banyak daerah di India, sebuah negara mayoritas Hindu yang juga memiliki cukup besar penganut Muslim, Kristen dan minoritas Budha ini.


Pada bulan Maret, negara bagian Maharashtra menguatkan larangan memotong dan memakan daging sapi, langkah ini dilihat oleh kaum minoritas agama sebagai tanda pertumbuhan kekuatan garis keras Hindu sejak kekuasaan perdana menteri nasionalis Narendra Modi.


Rumor bahwa keluarga Mohammad Akhlaq makan daging sapi dimulai ketika anak sapi dilaporkan hilang di desa Dadri, 22 mil dari New Delhi.


"Pengumuman tentang keluarga ini mengkonsumsi daging sapi dibuat di sebuah kuil, setelah massa turun di rumah pria itu," kata Kiran.


Laporan dari The Indian Express, putri korban, Sajida mengatakan keluarga memiliki kambing di lemari es dan tidak daging sapi.


"Mereka menuduh kami menyimpan daging sapi, mendobrak pintu dan mulai memukuli ayah dan kakak saya. Ayah saya diseret luar dan dipukuli dengan batu bata," Ungkapnya.


Pembunuhan itu memicu bentrokan antara Hindu dan Muslim di kota tersebut, dan polisi tambahan dikerahkan untuk menjaga ketenangan. Retorika mengenai perlindungan sapi telah memberi semangat bagi beberapa orang untuk bertindak main hakim sendiri.

"Insiden ini mengejutkan," kata petugas polisi Anurag Kumar yang menyelidiki kasus ini. "Massa Hindu merasa mereka punya izin untuk membunuh."

Polisi menahan enam dari 30 orang yang dituduh terlibat dalam pembunuhan Akhlaq.[islamedia/YL]