Organisasi yang Didirikan Tokoh Kristen Ini Serukan Rakyat Palestina Turun ke Jalan Bela Masjidil Aqsha




Islamedia - Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) mengatakan, bahwa penyerangan-penyerangan berulangkali yang dilakukan Israel terhadap Masjidil Aqsha, dan penyerangan terhadap umat Islam yang tengah beribadah, akan memiliki "akibat-akibat berbahaya." Demikian Middle East Monitor mengangkat laporan Al-Araby Al-Jadeed pada Senin (14/9/2015) kemarin.

Front Rakyat menekankan, bahwa meningkatnya penodaan Israel terhadap kota suci Yerusalem, dan upaya-upaya Israel penjajah untuk membagi-bagi dan memisah-misahkan kawasan masjid, adalah bukti pihak penjajah meningkatkan tensi eskalasi dengan rakyat Palestina.

Pihak Front Rakyat karena itu menyerukan, agar rakyat Palestina bersiap menjadikan Jumat ini sebagai hari khusus untuk membela dan mempertahankan Masjidil Aqsha, dengan cara membanjiri jalan-jalan dan mengecam perlakuan Israel penjajah terhadap Masjidil Aqsha.

PFLP didirikan pada tahun 1967 oleh George Habash, seorang dokter Kristen Palestina kelahiran 1926 dari kota Lud. Dalam sikap politiknya, PFLP memboikot partisipasi di Komite Eksekutif PLO yang didominasi Fatah. Organisasi ini memiliki sayap militer Brigade Abu Ali Mustafa, diambil dari nama pemimpinnya yang meninggal setelah dibunuh Israel pada Agustus 2001. Garis ideologi organisasi ini di antaranya nasionalisme Palestina, sosialisme, anti imperialisme, dan anti-zionisme. (memo/wikipedia/ismed)