Jamaah Haji ini Bertawaf Menggunakan 'Segway Board'

Islamedia - Kecanggihan teknologi yang dapat diaplikasikan ke dunia nyata memang bisa memudahkan manusia, seperti yang dilakukan seorang jamaah haji ini, ia terekam kamera sedang mengelilingi Ka'bah menggunakan alat khusus serupa skateboard yang berjalan sendiri.


Tawaf adalah salah satu rukun ibadah haji di mana jamaah berjalan kali mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali. Biasanya tawaf dilakukan dengan berjalan kaki.


Tetapi tidak demikian halnya dengan pria yang terekam dalam video yang diunggah Arab News di YouTube, 31 Agustus 2015 dengan judul: Man performs Tawaf on Segway board:


Sebagaimana dirangkum Nextren dari The Guardian, Selasa (8/9/2015), sang pria yang tidak diketahui identitasnya itu tampak menaiki semacam alat yang tampak seperti "hoverboard" alias skateboard tanpa roda di film fiksi ilmiah.


Dia terlihat santai berdiri di alat yang berjalan secara otomatis tersebut. Kedua tangannya terlipat di depan seperti sedang berdoa. Jemaah lain di sekeliling terlihat tak menghiraukan aksi sang pria yang agak di luar kebiasaan itu.


Belakangan, diketahui bahwa yang dinaikinya bukan papan luncur yang mengambang, melainkan skuter listrik otomatis.


Seperti alat serupa bikinan Segway, sekuter beroda dua ini bisa berjalan dan menyeimbangkan diri secara otomatis sehingga pemakainya tinggal berdiri sambil meluncur.


Video rekaman aksi sang jamaah pria ini menuai berbagai komentar dari netizen begitu diunggah ke media sosial. Ada yang memujinya dengan menyebut alat yang bersangkutan sebagai solusi praktis untuk para jemaah dengan hambatan fisik.


Ada juga yang mengkritik karena memandang si pria seharusnya melakukan tawaf dengan berjalan kaki agar menghayati makna ibadah yang bersangkutan.


Asisten profesor bidang studi agama Zachary Wright dari Northwestern University di Qatar mengatakan bahwa si pria sebaiknya jangan langsung dinilai begitu saja tanpa lebih dulu menanyakan apa alasannya menggunakan "hoverboard" saat tawaf.


"Saya yakin ada sebabnya, tapi bukan berarti Ka'bah tiba-tiba boleh dikelilingi dengan memakai Segway," ujar Wright.


Sementara itu asisten profesor studi Islam di Universitas Kentucky, Ihsan Bagby, mempertanyakan penggunaan teknologi modern dalam tawaf yang punya arti tersendiri dalam ibadah haji.


"Tujuan sebenarnya adalah berjalan kaki sambil mengingat Tuhan. Inilah yang memberikan konsentrasi dan membuatnya menjadi pengalaman spiritual yang mendalam," kata Bagby.


"Kalau bagian 'berjalan kaki' dihilangkan, maka sebagian fungsinya ikut hilang," lanjutnya.


Ibadah tawaf sendiri selama ini boleh dilakukan dengan alat bantu seperti kursi roda untuk mereka yang tidak mampu berjalan.[trbn/nextren/islamedia/YL]