Inilah Video Klarifikasi Said Aqil Siradj Soal Jenggot yang Mengurangi Kecerdasan

Islamedia - Ketua Pimpinan Besar Nadlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj akhirnya mengeluarkan klarifikasi tentang jenggot melalui sebuah video yang diunggah ke youtube.


Dalam video berdurasi 3:14 menit ini, nampak terlihat Said duduk diruangan kerjanya sebagai ketua PBNU, dapat dilihat dari bendera NU berdampingan dengan bendera merah putih dimeja.


Said Aqil mengawali klarifikasinya dengan mengucapkan salam dan membuka dengan kalimat bahwa memilihara jenggot adalah termasuk salah satu sunnah Rasulullah Shalallu Alaihi Wassalaam.


"Memilihara jenggot adalah termasuk salah satu sunnah Rasulullah Shalallu Alaihi Wassalaam. Konsekuensinya orang yang berjenggot harus pula mengikuti perilaku rasulullah, akhlak rasulullah." ujar Said Aqil.


Said kemudian menjelaskan tentang mengapa dirinya menyebut bahwa jenggot mengurangi kecerdasan. Menurut Said orang yang memiliki jenggot itu mengurangi kecerdasanya, dikarenakan syaraf yang sebenarnya mendukung untuk kecerdasan otak sehingga menjadi cerdas, (karena tumbuh jenggot) akan tertarik sampai habis. Sehingga jenggotnya menjadi panjang.


https://www.youtube.com/watch?v=xS9Kjab-8vg

Berikut ini klarifikasi Said Aqil Siradj dalam tulisan:




Assalaamu 'alaikum Warohmatullahi wabarokaatuh. Memilihara jenggot adalah termasuk salah satu sunnah Rasulullah Shalallu Alaihi Wassalaam. Konsekuensinya orang yang berjenggot harus pula mengikuti perilaku rasulullah, akhlak rasulullah. Karena misi yang paling subtansi dari rasulullah adalah membangun akhlakul karimah, bukan sekedar aksesoris yang menghiasi dirinya dengan jenggot panjang, tapi akhlaknya jauh dari akhlak Islam, jauh dari akhlak yang mulia, jauh dari akhlaknya Rasulullah Shalallu Alaihi Wassalaam.


Masalah jenggot, menurut saya, orang yang berjenggot itu mengurangi kecerdasanya. Karena syaraf yang sebenarnya untuk mendukung  otak sehingga dia menjadi cerdas, tertarik habis oleh jenggot sehingga jenggotnya menjadi panjang.


Nah, orang yang berjenggot panjang, walaupun kecerdasannya berkurang, dia akan turun ke hati. Artinya orang yang berjenggot panjang adalah simbol dari orang yang hatinya sudah arif, hatinya sudah bersih, sudah tidak lagi mencintai harta, mencintai dunia, kedudukan, jabatan. Orang yang selalu amal ikhlas lillahita’ala.


Oleh karena itu, kalau kita melihat beberapa ulama-ulama sufi, para wali, itu semuanya berjenggot. Artinya kecerdasannya sudah pindah dari otak menuju hati. Orang yang berjenggot seharusnya mengikuti beliau-beliau itu. Jenggot panjang silahkan, tapi hatinya mulia. Tidak ada rasa takabur, tidak ada hubbuddunya, hubbul jaah mencintai harta, mencintai kedudukan dan jabatan. Karena jenggot adalah simbol kearifan hatinya dan kebersihan jiwanya.


Bagi yang belum mencapai maqom tersebut, seyogyanya menurut saya, tidak usah memenghiasi dirinya dengan penampilan jenggot panjang, bergamis, malah menjadikan dia sombong dengan pakaianya itu. Akhirnya dia merasa paling benar, paling Islam,  paling mengikuti sunnaturasul, padahal hatinya akhlaknya jauh dari akhlakul karimahnya Rasulullah Shalallu Alaihi Wassalaam.


Silahkan berjenggot panjang, tapi hatinya harus bersih, hatinya harus arief, hatinya harus mulia, dengan akhlakul karimah, seperti para Aulia, para Ulama, terima kasih.



[islamedia/mh]