Dua Tahun GeNAM, @fahiraidris : Target Besar Kami Semua Daerah Punya Perda Miras




Islamedia - Hancurnya generasi muda Indonesia salah satunya disebabkan oleh minuman keras. Miras lah yang kemudian menjadi biang kriminalitas makin meningkat, seperti pembunuhan, perkosaan, tawuran dan lain-lain.


Berangkat dari keresahan atas kondisi yang semakin parah ini, seorang anggota DPD yang juga aktivis sosial dan pengusaha, Fahira Fahmi Idris memprakarsai sebuah gerakan perlawanan atas minuman keras dengan nama GeNAM atau Gerakan Nasional Anti Miras.


Gerakan sosial dan penyadaran bahaya miras ini resmi dideklarasikan dua tahun yang lalu di acara car free day tepatnya tanggal 1 September 2013 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, dan dihadiri kurang lebih 1500 orang.


Lalu, bagaimana perjalanan aksi GeNAM selama dua tahun ini ? apa yang belum tercapai ? bagaimana respon masyarakat atas hadirnya GeNAM ? Berikut wawancara eksklusif kru Islamedia (IM) bersama ketua GeNAM Fahira Idris (FI) melalui media sosial WhatsApp.


IM : Bagaimana perjalanan GeNAM selama dua tahun ini ?


FI : Perjalanan Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) selama dua tahun lebih ini dapat dikatakan sangat dinamis. Sudah ada beberapa capaian yang kami raih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan terutama untuk menyadarkan masyarakat terutama remaja akan bahaya miras yang tidak hanya bagi kesehatan tetapi juga merusak akal dan pikiran dan biang tindakan kriminal. Karena kami gerakan penyadaran, makanya, GeNAM harus terus masuk ke simpul-simpul masyarakat untuk menggerakkan mereka agar bergerak bersama melawan miras yang benar-benar telah banyak merenggut nyawa dan merusak masa depan terutama anak dan remaja kita. Ini memang pekerjaan besar, tetapi akan terus bergerak.


IM : Capaian apa saja yang sudah dan yang belum diraih GeNAM ?


Fi : Selama dua tahun ini beberapa agenda yang kami perjuangkan Alhamdulilah bisa tercapai. Capaian terbesar adalah akhirnya pemerintah lewat Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengeluarkan Permendag No.06/2015 yang melarang semua minimarket dan toko pengecer di seluruh Indonesia menjual miras. Target kami mendirikan chapter atau Cabang-cabang Genam di daerah tahun ini juga sudah tercapai.


Hingga saat ini GeNAM telah berdiri di Yogya, Malang, Palembang, Bandung, Bekasi, Depok, Tangsel, Cianjur, dan Kota Jakarta. Capaian lainnya adalah di semua cabang GeNAM saat ini sudah berdiri kampung-kampung antimiras. Kami juga sudah mendatangi ratusan sekolah dan komunitas mulai dari pengajian hingga karang taruna untuk menyosialisasikan bahaya miras. Kami juga menyebarkan surat himbauan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk bergerak bersama melawan miras dan alhamdulilah sangat banyak yang merespon. Untuk hal yang belum dicapai tentunya masih banyak terutama masih rendahnya pemahaman tidak hanya publik tetapi juga aparat pemerintahan terhadap regulasi terkait miras sehingga masih banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran.


Peningkatan pemahaman terhadap miras ini yang ke depan akan kami intensifkan. Salah satu Target besar kami adalah semua daerah di Indonesua punya perda miras. Ini yang menjadi pekerjaan besar kami. fokus kami adalah edukasi dan kampanye bahaya miras. Dari sini kami berharap masyarakat ataupun para pengambil kebijakan di negeri ini sadar bahwa ancaman miras sudah di depan mata sehingga semua ambil peran sesuai kapasitasnya. Masyarakat menolak miras masuk lingkungannya, ulama dan guru mensiarkan bahaya miras kepada umat dan siswanya, dan para pengambil kebijakan membuat regulasi untuk melindungi anak bangsa dari miras. Fokus kami adalah menjadikan generasi muda Indonesia sebagai generasi anti miras atau jadi garda terdepan yang menolak miras. Itulah kenapa kami menjadikan sosialisasi bahaya miras ke sekolah-sekolah dan kampus sebagai kegiatan rutin.


IM : Permendagri larangan miras yang diberlakukan sejak April 2015 apakah sudah efektif mengurangi penjualan miras ?


FI : Permendag 06/2015 sangat efektif. Lihat saja sekarang tidak ada lagi minimarket yang berani menjual miras dan ini punya korelasi dengan tingkat konsumsi miras terutam dikalangan remaja. Selama tujuh tahun belakangan ini terjadi peningkatan luar biasa konsumsi minuman keras (miras) di kalangan remaja. Jika pada 2007 berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan jumlah remaja pengonsumsi miras di Indonesia masih diangka 4,9%, tetapi pada 2014 berdasarkan hasil riset yang dilakukan Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 23% dari total jumlah remaja Indonesia yang saat ini berjumlah 63 juta jiwa atau sekitar 14,4 juta orang.


Mudahnya mendapatkan miras dan longgarnya pengawasan orang tua dan lingkungan sekitar menjadi salah satu penyebab begitu tingginya persentase remaja yang pernah mengonsumsi miras. Selain itu, rasa solidaritas dan ikatan pertemanan menjadi alasan remaja mau mencoba miras. Mudahnya mendapat miras ini, ada korelasinya dengan menjamurnya minimarket dan toko-toko pengecer yang berdiri di permukiman dan menjual miras kepada siapa saja, padahal sudah ada peraturan yang melarangnya. Itu kenapa kami menuntut miras dilarang di minimarket dan toko pengecer.


IM : Adakah upaya GeNAM lainnya mengajak kerjasama pemerintah untuk mengurangi peredaran miras ?


FI : Kalau upaya mengajak pemerintah untuk mempersempit peredaran miras sudah sangat banyak dan sangat intensif. Berbagai upaya kami lakukan mulai dari audiensi, sosialisasi, mengirimkan surat himbauan, sampai menyodorkan draft peraturan terkait miras. Tidak hanya ke pemerintah tetapi juga ke DPR hingga DPRD.


IM : Bagaimana respon masyarakat dan aparat hukum terhadap GeNAM ?


FI : Kalau respon masyarkat Alhamdulilah positif dan sangat mendukung karena memang gerakan penyadaran dan berusaha menyelematkan generasi mudah. Memang ada satu dua orang yang memandang sebelah mata tetapi bagi kami mereka-mereka ini belum paham persoalan dan apa yang sebenarnya kami perjuangkan. Aparat hukum juga merespon positif karena memang kehadiran kami untuk membantu aparat pemerintah untuk melindungi warganya.


IM : Apa fokus dan target capaian GeNAM ke depan?


FI : Fokus dan target kami sesuai dengan visi misi dan program aksi GeNAM. visi kami adalah ‘Generasi Muda Indonesia Bebas Miras di tahun 2025’ yang akan diwujudkan dengan berbagai misi yaitu Mendorong lahirnya regulasi tentang Miras di Indonesia; Menyadarkan masyarakat akan bahaya miras; Mengkampanyekan gaya hidup sehat tanpa miras.


Agar ini terwujud kami punya 5 program besar yaitu : Mendorong lahirnya regulasi tentang Miras di Indonesia; Mempersempit ruang gerak produsen, penjual, pembeli, peminum miras; Edukasi dan advokasi tentang bahaya miras lewat berbagai medium dan saluran; Membuat kajian tentang bahaya miras dan mempublikasikannya; Menggerakkan simpul-simpul dalam masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan anak bangsa dari bahaya Miras.


Muara dari GeNAM adalah menggerakkan masyarakat untuk bersama mengkampanyekan bahaya miras ke keluarga dan khalayak luas serta mendesak para pengambil kebijakan mulai dari unit terkecil (RT; RW; Lurah; Camat) hingga unit yang lebih tinggi (gubernur; bupati; walikota; DPRD; DPR/DPD; dan presiden) membuat regulasi yang melarang tegas miras di jual bebas dan regulasi yang melindungi generasi muda dari bahaya miras. Atau untuk beberapa daerah yang punya kearifan lokal tertentu, masyarakat bisa mendesak bupati/walikotanya untuk menerbitkan perda anti miras yang saat ini dibolehkan oleh Perpres No.74/2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol.


Ada point khusus dalam Perpres ini, dimana kepala daerah diberikan wewenang untuk mengatur peredaran miras sesuai dengan kondisi kulturnya. Fokus kami juga adalah lebih banyak mendirikan chapter-chapter genam di daerah dan lebih itensif melakukan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat.


IM : Bila ada masyarakat yang melihat maraknya peredaran miras. Apa yang harus dilakukan ?


FI : Bila ada masyarakat yang melihat maraknya peredaran miras yang tidak sesuai ketentuan sebenarnya banyak jalur yang bisa tempuh. Cara yang kami sarankan adalah laporkan ke pihak yang berwajib (polisi) terdekat. Akan lebih laporan disertai data-data dan fakta. Selain itu bisa juga menyampaikan laporan ke kemendag lewat akun twitter ataupun sms langsung jika melihat ada minimarket yg jual miras (sms Kemendag 0815-1522-2222) atau bisa juga ke GeNAM lewat twiter @AntiMiras_ID @fahiraidris atau SMS ke 0816-921-999. Kami juga sangat sarankan teman-teman yang dilingkungannya marak miras menjadi duta antimiras untuk menggerakkan warga masyarakat untuk berani menolak miras tentunya dengan cara-cara yang baik dan tanpa kekerasan.[islamedia]