Berita Duka, KH. Abdul Muchit Muzadi, Pakar Khittah NU 1926 Tutup Usia




Islamedia - Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, berita duka kembali menghampiri umat Islam, tokoh sekaligus ulama Jember yang pernah menjabat Musytasyar NU dan dikenal sebagai pakar Khittah NU 1926, KH. Abdul Muchit Muzadi (90), Meninggal dunia di Rumah Sakit Persada, Malang, Jawa Timur, Ahad (6/9/2015) pukul 05.00 WIB.


"Jenazah akan disalatkan di Pesantren Al-Hikam, Malang, dan dimakamkan di dekat kediamannya di Jalan Kalimantan, Jember," ujar adik Muchit, Hasyim Muzadi, dikutip dari laman okezone.


Pria kelahiran Tuban 1925 itu juga dikenal sebagai ulama yang sering diminta menjelaskan konsep khittah (garis perjuangan pada awal kelahiran) NU.


Almarhum pernah menempuh pendidikan di Pesantren Tuban. Kemudian ia juga belajar kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari di Pesantren Tebuireng Jombang.


Pada 1941, saat usianya masih 16 tahun, Muchit telah menjadi anggota NU melalui pendaftaran di Ranting NU Tebuireng. Di sana, ia juga belajar berorganisasi.


Setamat dari Tebuireng, Muchit kembali ke kampung halamannya di Tuban dengan mendirikan Madrasah Salafiyah pada 1946. Walaupun sebagai guru, ia juga ikut berjuang melawan penjajah dengan menjadi anggota Lasykar.


Pada 1952, Muchit mendirikan Sekolah Menengah Islam (SMI), selanjutnya pada tahun 1954 juga mendirikan Madrasah Muallimin Nahdlatul Ulama.


Saat menjadi pegawai di IAIN Sunan Kalijogo Yogyakarta (1961), ia mengikuti kuliah di Universitas Cokroaminoto. Dari Yogyakarta, ia ditugaskan di IAIN Malang pada tahun 1963 dan tahun itulah ia merintis SMP NU. Begitu juga ketika menjadi Pembantu Dekan II di IAIN Sunan Ampel Jember, ia mendirikan Madrasah Tsanawiyah.


Penugasan ke IAIN Sunan Ampel Jember membuatnya bertemu lagi dengan sahabat seperguruannya yang menjadi pengasuh pesantren di Jember, yaitu KH Achmad Shidiq. Dia menemukan teman diskusi yang seimbang dan akhirnya banyak menulis tentang pemikiran Islam.[islamedia/YL]