Asma Nadia dan Sikap Antisyariat




Islamedia - Terus terang, saya tak tertarik mengomentari tulisan-tulisan Mbak Asma Nadia. Sebagaimana tak tergerak hati menonton film-film atau sinetron yang katanya diambil dari buku-buku best sellernya. Namun sebagai sesama muslim, ada baiknya menasihati dalam kebaikan dan kebenaran.


"Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, knp cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?", begitu bunyi TS dari akun Asma Nadia yang dikomentari seorang kawan. Kata-kata Mbak Asma Nadia, adalah ungkapan halus penolakan terhadap apa yang Allah halalkan, yaitu kebolehan menikahi lebih dari 1 perempuan. Bukan syariat baru, Islam justru meluruskan perilaku manusia yang sebelum Islam hingga kini cenderung melecehkan kaum Hawa.


status


Mbak Asma cenderung sinis bersikap terhadap "menikahi lebih dari 1 istri". Filemnya: "Surga yang tak dirindukan" adalah contoh dari sikap "melecehkan" terhadap apa yang Allah halalkan. Alasan yang dikemukakan selalu "perasaan", namun perasaan yang sudah terkotori syubhat dan syahwat hingga muncullah antipati berlebihan.


Sepatutnya Mbak Asma belajar pada sosok Syaikh Utsaimin, ulama yang terkenal "netral" dalam masalah poligami dan hingga wafatnya beristri 1. Dalam Asy-Syarh Al-Mumti' beliau mengatakan:


الاقتصار على الواحدة أسلم، ولكن مع ذلك إذا كان الإنسان يرى من نفسه أن الواحدة لا تكفيه ولا تعفه، فإننا نأمره بأن يتزوج ثانية وثالثة ورابعة، حتى يحصل له الطمأنينة، وغض البصر، وراحة النفس.


"Menikahi cukup satu istri, lebih selamat. Hanya saja, jika seorang manusia melihat bahw beristri satu itu tidak mencukupinya hingga membuat dia tidak bisa menjaga 'iffahnya, maka kami perintahkan baginya untuk menikahi istri kedua-ketiga-keempat hingga ia rasakan tumakninah, menjaga pandangan, dan ketenangan jiwa."


Tulisan Mba Asma seakan bijak. Tapi sebenarnya banyak melecehkan para Nabi dan orang-orang shalih. Menuduh Nabi Ibrahim a.s. atau baginda Nabi Muhammad SAW tidak setia, adalah jahiliyah. Terlebih tutup mata pada fakta saat ini: di negara-negara konflik semisal Syiria-Irak-Palestina, jumlah wanita 7 berbanding 1 laki-laki. Lebih dari 30 juta menjanda, itu pun hanya di Irak saja. Demikian juga dengan jumlah wanita di Indonesia.


Ada baiknya Mba Asma mengarahkan tulisan-tulisannya agar kaum laki-laki menjadi sosok bertanggungjawab, siap berjuang menafkahi lahir-batin, tak lelah mendidik generasi, daripada menebar tulisan yang justru mempermalukan diri sendiri.


Nandang Burhanudin


Facebook : https://www.facebook.com/pages/Nandang-BUrhanudin/371350799643668