Persiapkan Pulihnya Stabilitas, Wapres Yaman Bertemu dengan Pimpinan Partai Ishlah di Riyadh




Islamedia - Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri Yaman, Khalid Bahah, pada hari Jum'at (28/8/2015) lalu bertemu dengan pimpinan Partai Ishlah dalam upaya mempererat hubungan, demikian diungkapkan kantor berita resmi Yaman Sabaa seperti dilansir Middle East Monitor.

Ketua Umum Partai Ishlah, Mohamed Al-Yadoomi dan Sekjen Partai Ishlah, Abdul-Wahhab Al-Ansi serta sejumlah pimpinan partai turut menghadiri pertemuan tersebut.

Bahah menekankan bahwa pertemuan tersebut terselenggara di kala Yaman telah menempuh langkah besar dalam konteks dialog dan inisiatif, setelah semua kelompok kekuatan dan konstituen ambil bagian dalam konferensi untuk berdialog serta bersepakat dalam suatu formula bersama.

Ia menekankan, tahap berikutnya membutuhkan pernyataan-pernyataan yang menjamin ulang bahwa itu semua tidak hanya sebatas kata-kata belaka.

Dalam pertemuan itu, ia menegaskan peran penting yang dimainkan Partai Ishlah di negar Yaman sejak didirikannya partai tersebut pada 1990.

Ia mengungkapkan betapa penting dan sensitifnya tahap berikutnya di Yaman, seraya menegaskan bahwa Yaman membutuhkan persatuan. Ia juga menambahkan bahwa menjaga perdamaian jauh lebih sukar dibanding menjalankan peperangan.

Pihak Partai Ishlah memberi apresiasi atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Partai Ishlah kembali menegaskan bahwa pihaknya adalah suatu kekuatan "patriotik" dan siap menjalin kemitraan bersama partai-partai dan kelompok lainnya demi tercapainya keamanan dan stabilitas di Yaman tanpa mengabaikan siapapun.

Pada pertemuan dengan Utusan Khusus PBB untuk Yaman September tahun 2014 lalu, seperti diberitakan Al-Sahwa, Ketua Umum Partai Al-Ishlah Mohamed Al-Yadomi juga telah menandaskan, bahwa dialog adalah jalan yang tepat untuk menuntaskan segala pertentangan yang ada di Yaman. Waktu itu, ia seraya mewanti-wanti bahwa jatuhnya Yaman ke dalam pergolakan militer, akan memberi pengaruh negatif bagi keadaan kawasan.

Para pemimpin Partai Ishlah pada pertemuan Jumat lalu, juga menekankan kesediaannya untuk memperkuat negara termasuk institusi sipil dan militernya, karena dengan begitu dapat menjamin stabilitas dan keamanan dalam negeri, menyusul pembebasan sejumlah daerah dan provinsi dari pemberontak Hutsi.

Berbicara dalam pertemuan itu, Bahah memaparkan bahwa tanggung jawab untuk stabilitas itu menjadi tanggung jawab bersama dan mesti ditanggung oleh semua pihak. Ia menambahkan bahwa tidak ada lagi waktu untuk berselisih, dan semua yang sama-sama menaruh perhatian, harus berfokus kepada poin-poin bersama dan membangun di atasnya suatu proyek nasional yang adil dan komprehensif, tanpa mengecualikan siapapun, tidak dimonopoli oleh segelintir pihak manapun, baik itu suku, agama, kelompok, maupun partai tertentu saja. (memo/ismed)