Pasukan Israel Usir Umat Islam dari Masjidil Aqsha




Islamedia - Aparat kepolisian Israel pada hari Rabu kembali menyerang warga Palestina yang tengah berada di dekat Gerbang Al-Silsila Masjid Al-Aqsha. Warga negara Palestina tersebut tidak diperbolehkan memasuki kompleks Masjidil Aqsha. Demikian seperti diberitakan kantor berita IINA, pada Kamis (27/8/2015) lalu.


Pasukan Israel penjajah juga tidak mengizinkan para muslimah dari semua usia untuk memasuki Al-Aqsha. Mereka juga mengusir warga muslim yang sudah berada di dalam untuk pergi meninggalkan masjid. Pengusiran itu dibarengi ancaman penyitaan KTP Yerusalem milik warga jika warga yang bersangkutan bersikukuh menolak untuk pergi. Umat Islam yang diperlakukan represif di dalam masjid suci itu pun spontan melantangkan yel-yel protes.


Seorang muslimah Palestina berunjukrasa menjadikan dirinya sebagai barikade di Gerbang Al-Silsila. Ia juga mengecam pembatasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina itu sebagai "pemisahan area", karena pihak polisi justru terus memberi jalan bagi para pemukim ilegal Yahudi untuk memasuki kompleks Al-Aqsha selama tiga hari berturut-turut.


Lebih jauh, dua orang juru kamera dikenakan denda karena meliput pengusiran jamaah muslim warga Palestina itu dengan tuduhan menghalangi jalan. Setiap juru kamera didenda sebesar 121 dolar.


Kedua orang juru kamera itu menyatakan bahwa denda tersebut merupakan langkah yang diambil pihak kepolisian untuk menghalangi mereka meliput berita dan mencegah mereka dalam melakukan dokumentasi kelaliman polisi Israel yang menyengsarakan rakyat Palestina. (iina/ismed)