Myanmar Larang Utusan PBB Kunjungi Muslim Rohingya


Islamedia - Yanghee Lee, utusan khusus PBB dilarang bertemu dengan muslim Rohingya oleh Pemerintah Myanmar, demikian seperti dilansir WorldBulletin.

Menurut rencana, Yanghee Lee akan mengunjungi negara bagian Rakhine di Myanmar untuk melakukan investigasi tentang situasi hak asasi manusia menjelang pemilihan parlemen Myanmar, pada 8 November mendatang.

Selain itu ada dugaan pemerintah Myanmar mengabaikan warga muslim Rohingya yang juga menjadi korban banjir.

Dalam konferensi pers yang digelar pada hari Jumat (7/8/2015) Yanghee Lee mengatakan bahwa permintaannya untuk mengunjungi Myanmar ditolak.

Dia mengeluhkan sikap pemerintah Myanmar yang menghalangi dan mencegah dirinya yang ingin mengunjungi negara bagian Rakhine, di mana muslim Rohingya tinggal.

“Saya kecewa atas pembatalan pertemuan pada menit-menit akhir tanpa penjelasan”, ungkap Yanghee Lee.

“Tentu situasi ini menghambat kerja dan tanggung jawab saya yang telah mendapatkan mandat ini”, sesalnya.

Kunjungan Lee ke Myanmar adalah yang ketiga kali sejak ia diutus oleh PBB. Selama kunjungan terakhirnya pada bulan Januari, kedatangannya direspon negatif oleh pemerintah Myanmar karena dianggap berpihak kepada muslim Rohingya, bahkan kedatangannya dianggap membangkitkan kemarahan ekstremis Buddha.

Perlu diketahui, jumlah Muslim Rohingya sekitar lima persen dari populasi Myanmar yang hampir 60 juta. Pemerintah Myanmar berulang kali mendapat kritik dari kelompok hak asasi manusia karena gagal melindungi Muslim Rohingya.

Menurut PBB, Rohingya adalah salah satu komunitas yang paling teraniaya di dunia, ratusan Muslim Rohingya tewas dan terluka setelah kekerasan dan konflik sektarian meningkat di Myanmar. Ribuan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka, bahkan Myanmar. [WB/Islamedia/YL]