Bersama Tokoh Lintas Agama, Warga Kampung Pulo Adukan Pemprov DKI ke Pimpinan DPR




Islamedia - Sejumlah warga Kampung Pulo bersama Paguyuban Punakawan yang terdiri dari Emil Salim, Mahfud Md, Adhyaksa Dault, Jaya Suprana, Romo Benny Susetyo dan Romo Sandyawan mengadukan tindakan anarkis Pemprov DKI Jakarta saat melakukan penggusuran di wilayah Kampung Pulo pada beberapa waktu lalu kepada Pimpinan DPR.


Mereka ditemui Ketua DPR Setya Novanto, dan dua Wakil Ketua DPR Fadli Zon-Agus Hermanto pada Kamis (27/08/2015) di ruang tamu pimpinan DPR, komplek parlemen, Senayan, Jakarta.


Salah satu tokoh perwakilan warga, Ustadz Kholili menceritakan bagaimana proses penggusuran oleh Pemprov DKI yang berakhir anarkis tersebut.


"Bapak bisa bayangkan, bisa bayangkan perasaan kami. Mereka hanya berdalih, mereka hanya mengambil rumah susun. Mengambil kunci itu berarti setuju? Kata siapa setuju?" tanya Ustadz Kholili seperti dilansir tribunnews.


Lebih lanjut ia mengatakan pemprov melakukan ancaman dengan mengeluarkan Surat Perintah Bongkar (SPB) dari Satpol PP. Dimana surat tersebut berisi 3X24 jam, rumah harus dikosongkan.


"Warga pindah karena terpaksa," ujar Kholili.


Padahal, selama ini warga menempuh cara-cara damai dan dialogis dalam melakukan penolakan, bahkan mereka menemui 12 instansi, termasuk ke Gubernur dan Walikota Jakarta Timur.


Tetapi, lanjut Kholili, instansi tersebut tidak menggubris penolakan warga Kampung Pulo. Kholili mengatakan pihaknya berencana menuntut ke pengadilan.


"Kami Insya Allah tuntut ke pengadilan. Kita hanya membangun, status tanah kami diakui. Cara kekerasan itu dalam penggusuran kami tidak inginkan. Kami ingin sebagaimana hukum adanya. Saya diajarkan oleh guru saya. Kalau masyarakat baik, coba pemerintah berkomunikasi dulu dalam menentukan, sesuatu kalau dua komponen ini tak baik, masyarakat lemah muncul," ujar Kholili.


Menanggapi aduan tersebut, Ketua DPR Setya Novanto menegaskan akan mengkaji hal tersebut.


Bahkan, Wakil Ketua DPR Fadli Zon berjanji akan mengunjungi Kampung Pulo.


"Tadi, juga disampaikan masalah aktual di kampung Pulo yang mereka ternyata banyak yang menjadi korban dari penggusuran. Tentu kita akan follow up dalam waktu sesegara mungkin. Kita akan lihat kondisinya," tutur Fadli.[islamedia/YL]