Kuwait Bangun Sekolah di Banda Aceh Nanggroe Aceh Darussalam


Masyarakat Bulan Sabit Merah Kuwait (KRCS) pada Ahad (26/7/2015) lalu, secara resmi membuka Sekolah Kejuruan Al-Mubarakiya dan sebuah gedung aula di Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Sekolah dan aula tersebut menjadi bagian dari kompleks Desa Sheikh Jaber Al-Ahmad.


Proyek pembangunan desa di daerah terdampak tsunami itu, dinamakan menurut nama Amir Kuwait terdahulu, sebagai bentuk apresiasi atas upaya-upaya bantuan kemanusiaannya di seluruh dunia, demikian disampaikan Ketua KRCS Dr Hela Al-Sayer kepada Kuwait News Agency (KUNA) Senin (26/7/2015) lalu.


Al-Sayer juga menjelaskan, bahwa proyek desa tersebut pertama kali diprakarsai oleh ketua KRCS terdahulu, yakni Barjas Al-Barjas, yang telah mengerahkan banyak upaya untuk membantu masyarakat Indonesia di berbagai level.


Desa yang berlokasi di area terdampak tsunami pada 2004 itu, kini berisi 150 rumah, sebuah masjid, sebuah pusat layanan kesehatan, selain juga Sekolah Al Mubarakiya.


Sementara itu, kepala Masyarakat mengemukakan bahwa KRCS berkontribusi dalam membangun kembali Banda Aceh setelah tragedi tsunami yang mematikan. Ia menjelaskan bahwa KRCS juga telah membawakan proyek-proyek bantuan bagi daerah-daerah yang terlanda musibah gempa. Proyek dimaksud yaitu stasiun pemurnian air, pembangunan infrastruktur, panti yatim, juga penyediaan kapal nelayan, peralatan bagi pembangunan jalan, dan bantuan berupa santunan. (iina/ismed)