Khalid Misyal Kunjungi Arab Saudi, Pertanda Hubungan Hamas-Arab Saudi Kian Membaik?


Kepala Biro Politik Hamas, Khaled Meshaal , beserta para delegasi pejabat senior tiba di Arab Saudi pada hari Rabu (15/7) malam kemarin, pertama kalinya semenjak tahun 2012, demikian seperti dilansir Middle East Monitor mengutip media lokal Arab Saudi.

Rombongan delegasi Hamas tersebut akan menunaikan ibadah umrah dan melakukan pertemuan dengan para pejabat senior Arab Saudi. Selama tahun-tahun terakhir kepemimpinan Raja Abdullah, pihak kerajaan Arab Saudi menolak dan menegah masuknya kunjungan dari kepemimpinan Hamas.

Hubungan antara Riyadh dan Hamas tampak dingin dalam beberapa tahun terakhir, tapi tanda-tanda adanya perubahan mulai terlihat setelah Raja Salman menjadi pemimpin kerajaan pada tahun 2015 ini.

Pada hari Selasa sebelumnya, Palestine TV sudah mengatakan bahwa Misyal akan bertemu dengan pejabat senior Saudi selama kunjungan dua harinya, untuk mendiskusikan sejumlah bahasan, tapi tidak menspesifikkan akan bertemu pejabat mana atau topik yang akan didiskusikan. Demikian seperti dikabarkan media Al Araby Al Jadid.

Media Al Araby Al Jadid juga meletakkan kunjungan Khalid tersebut dalam konteks "dilakukan dua hari setelah perjanjian penting ditandatangani antara kekuatan dunia dan Iran mengenai program pengembangan nuklir Iran."

Sudah diperkirakan

Sebelumnya pada Maret lalu, middleeasteye seperti mengutip Anadolu Agency, memberitakan pernyataan penulis Mesir Fahmi Huweidi. Ia mengatakan dirinya pernah dihubungi Khalid Misyal yang menyampaikan bahwa hubungan antara Hamas dan Arab Saudi mulai kembali normal setelah empat tahun bersitegang.

"Misyaal sudah berbincang dengan Raja Salman secara personal, di mana ini dapat memperlancar jalan menuju adanya kunjungan di masa depan (dari pejabat Hamas) ke Riyadh," kata Huweidi.

Kemudian pada medio Mei lalu, media Al-Monitor menurunkan laporan dengan mengutip pernyataan Ali Baraka, perwakilan Hamas di Libanon. Ali Baraka mengatakan bahwa Khalid Misyaal telah mengontak Raja Salman bin Abdul Aziz pada akhir Februari sebelumnya, untuk mendiskusikan soal dukungan pihak kerajaan atas rekonsiliasi Palestina, rekonstruksi Gaza, dan pencabutan blokade Gaza. Ismail Haniyah, deputi kepala Biro Politik Hamas, menyampaikan pada awal Mei bahwa Riyadh sedang bekerja untuk membawa kesepakatan rekonsiliasi baru antara Hamas dan Fatah. Dalam laporan Al-Monitor ini disampaikan pula, bahwa sedang disusun jadwal bagi kedatangan delegasi Hamas ke Riyadh. (ismed/memo)