Ketika Ratu Elizabeth Menghormat Ala Adolf Hitler


Islamedia - Tabloid laris dan terkenal di Inggris, The Sun, menerbitkan foto dari sebuah rekaman video tahun 1933, yang menunjukkan Ratu Elizabeth muda sedang melakukan penghormatan a la Nazi.


Pihak Istana Buckingham mengambil langkah yang tak biasanya, dengan mengomentari laporan berita yang diterbitkan pada Sabtu lalu itu. Pihak Istana juga mengonfirmasi gambar itu benar dan videonya asli, seraya mengungkapkan kekecewaan atas penggunaannya oleh media The Sun.


Sebuah video hitam-putih yang diambil ketika masa-masa Adolf Hitler berkuasa, menunjukkan Edward VII sedang mengajari keponakannya, yang menjadi Ratu Kerajaan Inggris Raya, Elizabeth, berumur sekira 7 tahun kala itu, bagaimana melakukan hormat a la Nazi. Tampak juga adik perempuannya, usia 3 tahun, Ratu Margaret.


Seraya disertai menari dan tersenyum dengan pemahaman yang tampak kurang memadai tentang arti pose hormat tersebut, kedua putri kerajaan itu diajak untuk secara singkat menirukan hormat dengan mengangkat tangan kanan oleh Edward, bertempat di taman Balmoral, kompleks istana kerajaan Inggris di Skotlandia.


Selain menerbitkan cerita hormat a la Adolf Hitler yang dilakukan Ratu Elizabeth tersebut, The Sun juga menayangkan video 17 detik di situsnya dengan judul 'Their Royal Heilness". Edward juga tampak mengangkat tangannya sebagaimana juga dilakukan saudari iparnya, Ibu dari Ratu Elizabeth.


Pihak istana mengaku kecewa karena gambar dari delapan dekade silam bisa diperoleh dan dieksploitasi oleh media The Sun.


Edward sendiri dikenal luas memiliki simpati terhadap pemerintahan Hitler.


Ia digantikan oleh adik laki-lakinya George VI, ayah dari Ratu Elizabeth.


Ratu Elizabeth, kini berusia 89 tahun, akan memecahkan rekor sebagai yang terlama menduduki takhta kerajaan Inggris Raya pada bulan September nanti, mengalahkan rekor yang dipegang Ratu Victoria.


Diserang kekecewaan pihak istana, Stig Abell, redaktur kepala The Sun, menyatakan bahwa laporan itu termasuk ranah kepentingan publik. Ia juga menegaskan bahwa liputan delapan halaman di tabloidnya sudah disampaikan dengan konteks sejarah yang tepat.


Ia tidak menyampaikan bagaimana pihak tabloid bisa memperoleh gambar video tersebut.


"Maksud dari (liputan-red) ini sama sekali bukan untuk mempermalukan Ratu ataupun pihak istana," kata Abell kepada stasiun televisi Sky News.


Abell berpendapat bahwa tabloid The Sun selama ini sudah yang paling mendukung terhadap keluarga kerajaan, sekaligus juga yang paling berminat terhadap penerbitan kisah berita terkait kepentingan publik. (aljazeera/ismed)