Jalan Dakwah dan Dakwah Jalan-jalan


Islamedia -  Hampir tak masuk logika, soliditas pejuang dakwah Ikhwanul Muslimin di Mesir benar-benar teruji. Enggan mengorbankan idealisme Islam adalah solusi. Teori-teori dakwah yang tersebar dalam ribuan judul buku, kini diuji dalam sidang post doktoral kehidupan. Di hadapan penguasa zhalim, ulama suu, media busuk, kejahilan masyarakat, dan miskin empati dunia.

Jalan dakwah. Dua kata dengan sejuta makna. Tidak sekedar asesoris berserak di dinding kulkas atau tertempel di kaca depan rumah. Pun tidak sekadar bualan meraih simpatik, dalam pesta pora toa ataupun hiruk pikuk dunia politik yang sarat intrik. Politik yang diusung Ikhwanul Muslimin adalah politik prophetic. Politik kenabian yang didasari keadilan, persamaan hak, supremasi hukum, swasembada pangan, kemandirian persenjataan, jihad, pelayanan, dan surplus obat-obatan.

Jalan dakwah yang tak kenal pilihan selain hidup mulia atau mati syahid. Kader-kader IM saat hidupnya dikenal menjaga performa iman. Lurus akidahnya. Benar ibadahnya. Sehat fisik dan fikrohnya. Bermanfaat hidupnya. Berkemampuan dalam ekonominya. Disiplin di setiap komitmennya. Penggerak dalam setiap aktivitas sosial di masyarakatnya. Tak pernah tercela kasus asusila hingga pelanggaran norma. Terdepan melawan musuh umat. Paling penyayang bagi kaum tertindas.

Hingga puncaknya. Saat digiring untuk bertindak anarkisme atas nama agama dan hak yang sebenarnya konstitusional, kader-kader IM lebih memilih jalan damai dan mengorbankan diri, keluarga, dan hartanya sebagai penebus ketidakberdayaan umat dan sikap abaik rakyat dunia. Mereka tershibghoh sikap para qiyadahnya yang benar-benar menjadi suri teladan di medan dakwah. Terdepan dalam transaksi Ilahiyah.

Jalan dakwah yang terbebas dari sikap mewah. Orang kaya di IM menjadi penyantun 750.000 keluarga miskin di Mesir. Pejabat IM di pemerintahan, menolak menerima gaji dan fasilitas VVIP yang melekat di jabatannya. 

Qiyadah di IM yang paling awal bertadhiyah jiwa raga dan harta. Jalan dakwah yang dekat dengan jalan-jalan surga. Bukan jalan dakwah yang digunakan sekadar fasilitas untuk jalan-jalan.


Nandang Burhanudin