Upaya Aktivis pro-Palestina Membuka Jalur Pelabuhan Gaza


Islamedia - Sedikitnya tiga kapal yang membawa aktivis pro-Palestina sedang mempersiapkan diri untuk berlayar ke Gaza. Langkah ini diambil dalam upaya terbaru untuk mematahkan blokade Israel terhadap Palestina.

Anggota Koalisi Armada Kebebasan di Palermo, Sisilia, mengatakan kepada Al Jazeera, Jumat (19/6), persiapan akhir sedang dilakukan. Kapal rencananya akan mencapai Gaza sebelum akhir Juni.

Aktivis Kalle Ohlsson mengatakan tujuan utama armada tidak membawa bantuan melainkan membuka jalur pelabuhan Gaza. Ini dilakukan untuk memungkinkan Gaza bergerak dan berdagang secara bebas.

"Tujuan kami adalah mengakhiri pengepungan Gaza. Kami ingin Palestina untuk mengetahui, kami tak lupa mengenai mereka. Ada banyak krisis di dunia, namun situasi di Gaza juga benar-benar buruk dan kami ingat mereka," kata Ohlsson.

Kapal berbendera Swedia yang masih bergerak di antara pelabuhan Sisilia, sudah membatasi tempat untuk kargo. Tapi mereka akan tetap membawa sejumlah kecil bantuan termasuk peralatan medis dan panel surya.

Aktivis tak mengatakan detail lain dan titik keberangkatan armada. Mereka merahasiakannya untuk menghindari sabotase.

Kalle juga menyuarakan kekhawatiran respon militer Israel, setelah kapal mencapai perairan internasional. Ini mengingatkan pada insiden penembakan kapal Mavi Marmara oleh tentara Israel pada 2010 yang menewaskan 10 orang.

"Kami sangat prihatin dengan keselamatan. Kami memiliki kebijakan non-kekerasan yang ketat. Kami berharap Israel tak akan menggunakan kekerasan terhadap kami," kata aktivis itu.

Al Jazeera menghubungi militer Israel untuk meminta komentar mereka terkait armada baru itu. Namun, Israel tak memberikan tanggapan. Pemerintah Israel mengatakan, blokade maritim diperlukan untuk mencegah senjata mencapai Gaza. [rol/islamedia]