AKP Turki Raih Kemenangan Lagi untuk Keempat Kali


Islamedia -  Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mendeklarasikan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) sebagai pemenang dalam pemilu parlemen Ahad (7/6) kemarin. Hal ini berarti AKP kembali menjadi pemenang pemilu parlemen yang keempat kalinya berturut-turut, setelah sebelumnya menang pada pemilu tahun 2002, 2007, dan 2011.

"Tidak diragukan lagi, AKP ialah sang pemenang di pemilu ini, menjadi juara pertama di 56 provinsi dan 6 wilayah, memenangkan deputi dari 76 provinsi," ujar Davutoglu selaku Ketua Umum AKP dalam pidato balkon pasca-pemilu yang sudah mentradisi, di markas besar AKP di ibukota Turki, Ankara.

AKP berhasil meraih lebih dari 40 persen suara dan memenangkan pemilu parlemen untuk keempat kalinya, meski belum berhasil meraih mayoritas untuk langsung membentuk pemerintahan.

"Ini adalah pemilu ke-11 di mana kita jadi pemenangnya. Masa 12-13 tahun kekuasaan hanyalah awal bagi perjalanan agung dan bersejarah. Kemenangan yang lebih besar tengah menanti kita. Kita tidak akan pernah kecewa dengan atau memisahkan diri dari negara kita barang sejengkal pun," katanya.

Terkait angka hasil pemilu, PM Turki tersebut mengatakan bahwa keputusan bangsa Turki sudahlah final, dan harus dihormati oleh segenap parpol dan semua pihak.

"Apa yang diminta oleh keputusan ini tentu akan dipenuhi di bawah keadaan apapun," ujarnya.

Davutoglu juga menolak segala bentuk fitnah atas kredibilitas pemilu, mengatakan bahwa mereka "tidak dapat menebarkan keraguan terhadap demokrasi Turki."

"Kami akan membuat penilaian bersama untuk merengkuh pesan dari hasil pemilu ini dan akan tetap berteguh hati di jalan juang kami," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa semua langkah akan diambil untuk menjamin tetap terjaganya stabilitas, kedamaian, dan berbagai pencapaian yang diperoleh Turki selama masa 13 tahun kekuasaan AKP.

"Jangan khawatir. Partai Keadilan dan Pembangunan, sebagai tulang punggung Turki, akan tetap menunaikan tugas untuk memastikan keberlangsungan negara dan kesejahteraan tanah airnya," tutur Davutoglu.

Ia juga mengemukakan kembali seruan partainya ditujukan bagi partai politik lainnya, untuk bersama-sama menggarap konstitusi sipil baru sebagai pengganti konstitusi 1980 yang sekarang berlaku.

"Kami katakan: Marilah ambil tindakan bagi konstitusi baru yang berdasar atas kebebasan dan martabat kemanusiaan untuk mempersiapkan generasi muda masa depan," ajak Davutoglu.

Ia bersumpah bahwa tidak akan pernah boleh ada lagi "budaya kudeta dan pengawasan militer" di Turki.

Sebelumnya dalam pidato pra-pemilu, Davutoglu mengemukakan bahwa konstitusi sipil baru akan menjadi salah satu prioritas utama bagi AKP selama masa kekuasaan mendatang.

AKP yang naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 2002 lalu berturut-turut menang di pemilu tahun 2007 dan 2011, kembali menang pada pemilu parlemen 2015 ini dengan perolehan 40.81 persen suara dari 99.95 persen suara sah yang telah dihitung. Dengan perolehan tersebut berarti AKP diproyeksikan berhak atas 258 kursi di Majelis Agung Nasional Turki.

Posisi kedua ditempati Partai Rakyat Republik (CHP) dengan 25 persen suara (132 kursi). Disusul di tempat ketiga oleh Partai Pergerakan Nasional (MHP) yang meraih 16,33 persen suara (81 kursi).

Sementara itu, partai pro-Kurdi yang juga diisi kaum liberal, feminis, dan LGBT berada di posisi keempat dengan 13 persen suara (79 kursi).

Angka partisipasi pemilu sendiri tercatat cukup tinggi yakni 86,56 persen dari total warga yang punya hak pilih. (ismed/aa)