Turki-Qatar Kerjasama Membangun Universitas untuk Pengungsi Suriah


Islamedia -  Turki dan Qatar akan bekerjasama membangun sebuah universitas internasional, demikian disampaikan Menteri Pendidikan Turki Nabi Avci sebagaimana dilansir Dailysabah. Universitas tersebut akan memberikan prioritas bagi para pengungsi Suriah di Turki. Menteri Pendidikan Turki mengemukakan hal itu dalam pertemuan dengan berbagai perwakilan dari berbagai surat kabar dan televisi di Ankara hari Selasa (12/5) lalu.

Turki kini menjadi tempat bagi lebih dari 1,7 juta jiwa pengungsi Suriah. Sejumlah 300.000 di antara mereka tinggal di kamp-kamp pengungsian di kota-kota perbatasan. Jumlah anak dan remajanya diperkirakan mencapai setengah dari total populasi Suriah di Turki.

Untuk mengusahakan masa depan yang lebih baik bagianak-anak Suriah tersebut, Turki menyediakan layanan pendidikan di kamp-kamp pengungsian melalui inisiatif pemerintah kota dan lsm-lsm setempat. Para guru di sekolah-sekolah di kamp pengungsian itu mengajar anak murid dengan kurikulum Suriah. Tetapi selain itu, seperti dituturkan Avci, setiap siswa juga memperoleh lima jam pelajaran bahasa Turki setiap pekannya.

Selama ini, jika anak pengungsi Suriah hendak melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas di Turki, mereka harus menempuhnya melalui sistem kuota yang dicadangkan untuk mereka. "Setelah para pelajar Turki mendapat kursi di universitas, baru kemudian kami membuka jatah bagi siswa Suriah melalui tambahan kursi," kata Menteri Pendidikan.

Dengan pembangunan universitas internasional tersebut, maka para siswa pengungsi Suriah tidak perlu lagi melewati sistem kuota, untuk masuk universitas di Turki. Universitas Internasional yang bakal dibangun berkat kolaborasi Turki-Qatar itu, akan memberikan mereka prioritas. (ds/ismed).


Foto: Menteri Pendidikan Turki Nabi Avci (hurriyetdaily).
close
Banner iklan disini