Saudara Seperjuangan Dituding Pejabat Mesir, Pemimpin Hamas Ini Membelanya


Islamedia -  Pemimpin senior Hamas Musa Abu-Marzouq membantah tudingan yang dilempar pihak Mesir pada Ahad lalu, bahwa pemimpin kelomok Islamic Jihad Ramadhan Shallah ialah yang bertanggung jawab atas kematian pendiri Hamas, demikian dilaporkan Quds Press, seperti dikutip Middle East Monitor pada Senin (25/5) kemarin.

Dalam postingannya di halaman Facebook-nya, Abu-Marzouq menggambarkan Shallah sebagai "saudara terhormat," sembari menegaskan bahwa tidak diperkenankan bagi siapapun untuk mengusik martabatnya.

"Sungguh tidak mungkin bagi siapapun dari khalayak dapat mengemukakan tuduhan keji semacam itu," kata Abu-Marzouq, yang tinggal di Kairo. "Apa pula jadinya ketika tuduhan-tuduhan itu datang dari pejabat Mesir?"

Sebelumnya, Menteri Kehakiman Mesir, Ahmed Al-ZInd mengklaim bahwa Shallah telah menyerahkan informasi mengenai pendiri Hamas Syeikh Ahmad Yassin kepada pihak Israel, sehingga kemudian mengarah kepada pembunuhan Yassin 11 tahun silam.

Abu-Marzouq mengatakan bahwa sebenarnya Yassin sudah mengetahui siapa orang yang menguntitnya dan membocorkan informasi tentang dirinya kepada Zionis Israel penjajah, tapi ia Syeikh membiarkannya.

Syeikh Ahmad Yassin yang duduk di kursi roda, gugur dihantam tiga roket yang ditembakkan dari pesawat tempur Zionis Israel pada 22 Maret 2004. Waktu itu ia baru saja keluar dari masjid di pusat Gaza. Sembilan orang jamaah masjid turut gugur dalam peritiwa pembunuhan tersebut. [memo/islamedia/zamrud-kh]