Menteri Wakaf Turki: Al-Aqsha Adalah Tanggung Jawab Kami !


Islamedia - Menteri Wakaf dan Urusan Agama Turki, Muhammad Qurmaz menegaskan komitmen negaranya akan tanggung jawab terhadap Masjidil Aqsha dan kota Al-Quds, serta dukungannya dalam menghadapi penjajah Israel dan rencana yahudisasi. 

Dalam khutbah Jumat yang disampaikannya di Masjidil Aqsha, (15/5) Menteri mengatakan, “Kami di Turki memiliki tanggung jawab yang tak bisa kami lepaskan, kemuliaan Al-Quds menjadi bagian dari kemuliaan kami, kemuliaan kami bagian dari kemuliaan Al-Quds, karena menjadi bagian dari iman kami, akidah kami, sejarah dan peninggalan kami. Kami tak akan menerima jika ada pihak Palestina, Arab atau Turki dan lainnya yang menyerahkan Palestina dengan membagi kota Al-Quds, maupun Masjidil Aqsha, karena keduanya adalah milik umat Islam sejak berdiri sampai hari kiamat nanti, dan kami tak akan menerima Al-Quds sebagai ibukota abadi yahudi maupun Israel. 

Penjajahan militer Israel terhadap kota Al-Quds, tak bisa merubah hakikat kota ini sebagai milik umat Islam. Tak ada seorangpun yang memiliki hak menyerahkan sejengkalpun tanah Al-Quds, semua kejahatan yang dilakukan penjajah Israel merupakan permusuhan terhadap nilai keagamaan dan hukum internasional, ungkap Menteri. 

Pemerintah Turki menolak mengakui perubahan demografi maupun geografi yang dipaksakan penjajah Israel di Al-Quds, karena Al-Quds bukan hanya milik Palestina, Arab maupun Turki saja, melainkan milik umat Islam secara keseluruhan. 

Menteri Agama Turki memberikan satu jilid dokumen informasi Al-Aqsha dan Al-Quds di jaman pemerintahan Usmaniyah. Arsip ini menjadi saksi sejarah dan dokumen yang membenarkan identitas Baitul Maqdis di jaman Usmaniyah selama lebih dari 4 abad. Karena itu kami di Turki memiliki tanggung jawab yang tak bisa dilepaskan terhadap Al-Aqsha dan Al-Quds. 

Di jaman pemerintahan kekhalifahan Usmaniyah, sangat diperhatikan untuk memeliharan perdamaian antara warga Al-Quds, dengan mengesampingkan perbedaan akidah maupun suku, baik penduduk asli maupun pengunjung, termasuk warga Kristen yang ada sejak awal pembebasan Islam yang memberikan perlindungan bagi mereka dari kejahatan Rumawi. Karena itu seharusnya para pemeluk yahudi di jaman ini memberikan kesempatan kepada kaum muslimin untuk mengurus persoalan Al-Quds dan melindungi mereka serta menerapkan hukum dengan adil. 

Menutup khutbah Jumatnya, Menteri Agama Turki menyerukan kepada umat Islam untuk menunaikan kewajiban mereka melindungi dan membebaskan Al-Aqsha. [infopalestina/islamedia]